Zonasi, Tetap Positive Thinking dan Fokus Benahi Kualitas

PAKISAJI – Meski kuota siswa tak terpenuhi, SMP-SMP negeri di Kabupaten Malang tetap antusias menyambut tahun ajaran baru 2018/2019. Seperti yang disampaikan Kepala SMPN 1 Pakisaji Trisno Widodo.

”Memang kurang jumlahnya, tapi tak masalah. Kami bisa lebih fokus untuk mengajar karena jumlah siswanya sedikit,” kata dia.

Dari total kuota di sekolahnya sebanyak 256 siswa, diketahui hanya terpenuhi 170 orang. Jika ditotal, SMPN 1 Pakisaji masih kekurangan 86 siswa.

Di sisi lain, dia berharap agar sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun depan bisa diperbaiki. Setidaknya, bisa mengevaluasi sistem zonasi yang diterapkan tahun ini.

”Meski zonasi, kan ada rayon juga, kami bergabung dengan Kepanjen. Jadi, lebih banyak siswa yang memilih ke sana (Kepanjen), sedangkan di sini jadi pilihan terakhir,” keluh Trisno.

Tetap adanya persaingan dengan sekolah swasta menambah kesulitan sekolah negeri dalam menyaring siswa.

”Sekolah swasta kan bebas membuka pendaftaran. Kalau kami bareng dengan sekolah negeri yang lain. Jadi, calon siswanya sudah tidak ada lagi,” tambah dia.

Di sisi lain, catatan PPDB tahun ini juga dijadikan bahan evaluasi Disdik Kabupaten Malang.

”PPDB di tahun ini bisa dijadikan dasar bagi sekolah untuk meningkatkan kualitasnya. Itu satu-satunya cara agar bisa bersaing,” tambah Kabid SMP Disdik Kabupaten Malang Puji Hariwati.

Pewarta: Hafis Iqbal
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto