Zonasi PPDB Sisakan Kursi Kosong

KOTA BATU – Jadwal daftar ulang sistem zonasi PPDB SMA sudah berakhir kemarin (26/6). Hasilnya, diketahui masih ada beberapa kursi yang tersisa. Salah satunya tersaji di SMA Negeri 1 Kota Batu. Sekolah tersebut sebenarnya memiliki kuota sebanyak 408 siswa. Namun, hingga kemarin diketahui baru 405 siswa yang mendaftar ulang. Artinya masih tersisa tiga kursi yang belum terpenuhi.

Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 1 Kota Batu Drs Sugiardi MM menjelaskan sejumlah alasan di balik tersisanya kursi tersebut. Dia mengaku ada wali murid yang batal masuk ke sekolah tersebut lantaran siswa sudah mendapat pilihan lain. Yakni sekolah di salah satu pesantren di Jawa Timur. ”Ada pula yang saat kami konfirmasi untuk daftar ulang, tapi mengaku masih ragu,” terangnya.

Seperti diketahui, ada tiga jalur PPDB untuk tingkat SMA-SMK. Di antaranya jalur online zonasi, jalur offline, dan satunya berdasarkan nilai ujian nasional (NUN). Dia merinci di SMA Negeri 1 Kota Batu ada 148 siswa yang terjaring dari jalur NUN. Sementara jalur zonasi secara online ada 204 siswa yang terjaring. Sisanya ada 56 siswa yang terjaring dari jalur zonasi offline.

Kini, setelah memastikan ada tiga kursi kosong yang tersisa dari jalur PPDB, pihak sekolah tetap fokus pada jadwal selanjutnya. ”Tiga kursi yang kosong ya kami biarkan saja, meski tidak sesuai pagu, ya itu sudah urusan provinsi nantinya. Tapi memang kami masih membuka untuk kekosongan itu, sampai kapan temponya kami tidak tahu,” imbuhnya.

Berikutnya, masih ada rangkaian tes lanjutan untuk seluruh calon siswa SMAN 1 Kota Batu. Sugiardi menyebut rangkaian tes lanjutan itu akan dilakukan 5 hari ke depan. Materinya seperti tes psikologi, tes minat, tes kejuruan, dan tes tertulis pengetahuan umum. Secara umum, dari hasil evaluasi pelaksanaan PPDB tingkat SMA beberapa waktu yang lalu, dia cukup menyayangkan adanya gangguan server.

Jika sesuai dengan sistem zonasi, SMA Negeri 1 Kota Batu mendapat jatah zona irisan. Melingkupi sejumlah wilayah, yakni Pujon, Dau, dan Karanglo. Namun, karena server tak bisa berfungsi maksimal, para calon siswa dari wilayah itu tidak dapat mengakses PPDB di sana. ”Tidak ada pas kami cek di server. Padahal sesuai hasil keputusan, memang SMA kamilah yang seharusnya menampung. Itu belum kami tanyakan ke pusat (terkait penyebabnya),” tandas Sugi.

Kejanggalan tersebut turut direspons Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Batu Pamor Patriawan. Dia menduga bila tidak adanya siswa dari zona irisan tersebut dimungkinkan karena tidak ada pendaftar. Kemungkinan kedua, bisa jadi karena kurangnya koordinasi antara Kantor Cabang Dinas (Kacabdin) Kabupaten Malang dengan Kacabdin Kota Batu. ”Memang seluruhnya yang mengatur dari (Dinas Pendidikan) Provinsi, mereka yang berwenang,” kata dia.

Menanggapi masih adanya kursi kosong dari SMAN 1 Kota Batu, dia mengaku belum berkoordinasi lebih lanjut. ”Nanti saya laporkan dulu ke Dinas (Pendidikan Provinsi Jatim) cabang (Kota Batu), mereka yang memberi kepastian nantinya,” terangnya. Dari pengamatannya, kursi tersisa dari sistem zonasi hanya tersaji di SMAN 1 Kota Batu saja. Dua sekolah lainnya, yakni SMAN 2 dan SMAN 3 sudah memenuhi kuota.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya
Fotografer : Miftahul Huda