Zadda, Peraih Nilai UN IPS Tertinggi Se-Sidoarjo Sekolah di Belanda

JawaPos.com – Rajin membaca menjadi salah satu kunci Muhammad Zadda Ilman untuk meraih prestasi. Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat tersebut berhasil meraih nilai UN SMA jurusan IPS tertinggi se-Sidoarjo.

Remaja kelahiran Pekalongan, 29 Agustus 2001, itu meraih nilai 90 pada mata pelajaran bahasa Indonesia, 96 pada bahasa Inggris, 95 pada mapel matematika, dan 85 untuk mata pelajaran ekonomi. Rata-rata nilainya 91,5 dengan total nilai 366.

Anak pasangan Muh Nur Setiawan dan Fatimah itu memang terbilang teladan. Prestasinya sudah terlihat di kelas. ”Prestasi di kelas bagus. Rata-rata nilai rapornya 90,” ujar Wakil Kepala Kurikulum SMA Progresif Bumi Shalawat Misbahul Munir.

”Saya suka membaca. Baca apa pun. Suka banget ke perpustakaan,” ujar Zadda ketika ditanya mengenai kunci keberhasilannya meraih nilai tertinggi. ”Sekolah kan 6 jam, kelas sore 2 jam, kelas malam 2 jam. Nah, saat luang mending baca buku daripada bengong,” ucap anak ketiga dari lima bersaudara itu.



Waktu luangnya juga dimanfaatkan untuk belajar materi ujian nasional sendiri. Selebihnya, dia belajar di sekolah bersama rekannya. ”Bareng-bareng ada belajar intensif UN setiap sore. Malamnya datang guru khusus bidang. Misalnya, bidang ekonomi,” katanya. Mulai Senin sampai Kamis. ”Diskusi bareng temen-temen juga,” jelasnya.

Bukan kali ini saja Zadda meraih prestasi. Beragam kompetisi pernah diikuti. Terutama di bidang bahasa. Dia pernah meraih juara 2 dalam kompetisi Debat Bahasa Inggris 2018 di Universitas Negeri Islam Malang. Kompetisi tersebut merupakan tingkat nasional. Dia juga pernah jadi juara 3 pidato bahasa Arab se-Jatim pada 2016 di madrasah bertaraf internasional Amanatul Ummah Mojokerto. Pada tahun yang sama, dia berhasil jadi juara 3 debat bahasa Arab di Pondok Pesantren Al Amanah Krian.

”Memang suka bahasa,” tuturnya. Selain mahir berbahasa Inggris dan Arab, Zadda bisa bahasa Jerman. Bahkan, saat tes Goethe sertifikat atau sertifikasi bahasa Jerman, dia berhasil mencapai level A3. ”Level itu bisa digunakan jika mau kuliah di Jerman,” lanjutnya. Zadda sengaja ikut tes karena semula berniat kuliah di Jerman. Namun, rencana tersebut batal. Saat ini dia kepincut kuliah di Belanda. Karena itu, dia apply di dua universitas di Belanda. Yakni, Universityf of Twente Saxion dan University of Applied Sciences. Dia mengambil jurusan bisnis internasional. ”Pertengahan tahun ini baru diumumkan,” ucapnya.

Zadda memilih Belanda karena ada saudara di sana. Juga, ingin belajar mandiri agar bisa menjadi pengusaha yang mendunia sesuai jurusannya. ”Orang tua saya pengusaha, tapi belum mengglobal. Saya ingin lebih global lagi,” tegasnya.