Yalal Wathon Menggema di Gedung Muslimat NU Kota Batu

Siapa yang tidak kenal dengan nyanyian semangat juang Yalal Wathon. Lagu ini tidak hanya indah dan mudah dinyanyikan, tetapi menggugah daya semangat bagi yang melantunkan maupun yang mendengarkan. Dengan lagu tersebut cinta tanah air menjadi bagian dari komitmen jamaah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Lagu tersebut lazim dikumandangkan di setiap acara resmi atau apel akbar NU.

Tak mau ketinggalan, pada 12-13 Agustus lalu, ratusan kader dan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon “Perjuangan” Ibnu Aqil Komisariat Sunan Ampel menyanyikan lagu yalal wathon di acara Family Gathering & Kopdarnas. Menurut kabar dari panitia, sebenarnya tidak ada rancangan untuk menyanyikan yalal wathon di acara dua tahunan tersebut. Namun, mereka yang kuliah di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut mayoritas adalah jebolan pesantren, jadi terdengar kompak dan fasih melantunkannya.

Meski kondisi sudah malam dibalut serta dinginnnya Kota Wisata Batu, acara family-gathering tersebut berhasil menggemakan cinta tanah air di aula gedung baru Rodliyatan Mardliyah milik PC Muslimat NU. Sebelum menyanyikan lagu gubahan KH. Wahab Chasbullah ini, Didik Suyuti turut menyampaikan pesan-pesan kebangsaan di depan para hadirin. “Sudah semestinya kita (red: para kader PMII) menyanyikannya di setiap acara,” ucap pengurus LTN PBNU tersebut.

Meski tema besarnya adalah kangen-kangenan dan membahas masa depan kaderisasi, acara tersebut juga membincang semangat perjuangan kyai-santri untuk NKRI. Dalam acara tersebut turut hadir KH. Chamzawi (Rois Syuriah PCNU Kota Malang), KH. Asrori Alfa (Pendiri & ketua rayon pertama), Gus Yazid Al-Bustomi (PP. Darun Najah Karangploso), Gus Saifullah Abid (PP. Matholiul Anwar Lamongan), Gus Habib (PP. Alhidayah Temas, Kota Batu),  Kiai Dr. Faishol Fatawi (Lakpesdam NU Kota Malang), Dr. Moh. Mahpur (Wakil Sekretaris PCNU Kota Malang), Gus Romdloni (Gubuk Sholawat), Asadi Ardi, M. Appling Adv (akademisi UINSA), dan Gus Minahul Mubin (Budayawan Sunan Drajat Lamongan).

Meski secara seremonial sudah dipungkasi, acara reuni yang dihadiri oleh para kader dan alumni dari berbagai profesi dan daerah tersebut masih berlanjut hingga menjelang fajar. Ditemani kopi dan iringan musik kreasi komunitas Seni TelasRia, acara kopi darat tersebut berlangsung lama.

Pewarta: Win El Kinanty
Penyunting: Kholid Amrullah