Ya Meja Hijau, ya Lapangan Hijau

MALANG KOTA – Arema Indonesia memang hanya melakoni laga ekshibisi di Stadion Gajayana tadi malam (12/8). Meski begitu, bagi mereka, laga itu lebih besar artinya dari sekadar ekshibisi.

Menghadapi tim Malang Selection, Arema Indonesia memenuhi janjinya untuk memainkan pemain-pemain profesional. Bukannya pemain-pemain amatir yang sebelumnya bermain di Liga 3 Regional Jawa Timur.

Beberapa di antaranya pernah berkarir di level teratas Liga Indonesia. Di antaranya, Jaya Teguh Angga, mantan pemain Persema era 2008–2011 dan Arema Indonesia di IPL 2011–2012, serta Putut Waringin Jati yang pernah bermain untuk PSMS Medan, Semen Padang, hingga Arema Indonesia (2011–2013).

Sayangnya, Arema Indonesia gagal meraih kemenangan pada laga bertajuk Anniversary Friendly Match ini. Mereka harus puas meraih hasil imbang 1-1. Adapun, gol Arema Indonesia dicetak oleh Yuego Agachi.

Direktur Operasional Arema Indonesia Haris Fambudy menyatakan, secara umum dia puas dengan laga uji coba dengan Malang Selection. ”Awalnya, kami mau tanding lawan Persema. Tapi, kami cari yang siap saja. Akhirnya, ada Malang Selection. Apa pun, kami puas dengan uji coba ini,” ujar dia.

Haris menyatakan, kemenangan bukanlah target Anniversary Friendly Match. ”Kami hanya mau menunjukkan bahwa Arema Indonesia itu klub profesional. Karena itu, mulai dari panpel hingga aturan pertandingan hari ini (kemarin) kami ikuti regulasi profesional,” ujar dia.

Lewat laga Anniversary Friendly Match ini, Arema Indonesia ingin menjaga eksistensi mereka. ”Jadi, perjuangan kami ada di meja hijau, juga lapangan hijau,” kata dia.

Meja hijau itu terkait dengan rencana mereka menggugat PSSI. Arema Indonesia ingin mendapatkan haknya untuk tampil di liga profesional. Bukannya Liga 3 yang levelnya amatir.

Sementara perjuangan di lapangan hijau adalah terus menggelar laga, sekalipun hanya bertajuk ekshibisi. ”Jadi, misalnya kami menang gugatan atas PSSI dan diputuskan untuk kembali ke liga profesional, kami sudah punya timnya,” ujar dia.

 

Pewarta: Darmono
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono