Wujudkan Swasembada Susu, Greenfields Siap Ekspansi Peternakan

MALANG – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menargetkan Jawa Timur mampu swasembada susu. Selama ini, stok raw material susu di Indonesia ditopang 80 persen dari impor. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan 30 ribu sapi perah.

Dari jumlah itu, PT Greenfields Indonesia sebagai perusahaan swasta mengaku hanya mampu menopang 11 persen saja kebutuhan susu di Indonesia. Dengan jumlah 12 ribu ton per tahun.

Salah satu perusahaan susu besar yang punya peternakan di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu mengakui peternakannya hanya mampu menampung total 8500 sapi.

“Dan jumlah itu sudah full. Kalau masalah membuka farm lagi kita pasti, ekspansi lah. Yang pasti lokasinya nggak terlalu jauh lah dari sini (Ngajum),” tukas Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, perusahaan yang menaungi PT Greenfields Indonesia.

Jika memang pemerintah punya program swasembada, Rachmat menyebut Japfa siap mendukung program pemerintah dengan lakukan ekspansi peternakan. Sebelumnya, Greenfields sudah membuka satu lagi kandang di daerah Wlingi, Blitar seluas 174 hektar, dengan populasi sapi sekitar 7000 ekor.

“Farm baru kita di Wlingi kapasitasnya bisa diisi 10 ribu sapi. Rencana kita akan menambah lagi peternakan. Kita akan terus ekspansi dan memenuhi kebutuhan susu, tidak hanya di Jawa Timur, tapi Indonesia,” tuturnya.

Pabrik processing yang juga ada di Palaan, Ngajum, Kabupaten Malang ini diproyeksikan jadi lokasi utama pengolahan susu terintegrasi. Lokasi itu bakal didesain untuk bisa memproses susu dari tiga lokasi peternakan yang berdekatan.

“Farmnya nanti ada di sini (Palaan, Ngajum), satu lagi di Wlingi, sama satu lagi belum tahu. Yang pasti harus dekat supaya store susunya gampang, satu cluster ini nanti,” timpa Heru Setyo Prabowo, Head of Dairy Farm PT Greenfields Indonesia, saat diwawancarai radarmalang.id, Kamis, (5/11).

Untuk produksi, di peternakan yang ada di Ngajum, per hari Greenfields mampu memproduksi 225 ton susu segar per hari.

Selain untuk membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan susu di dalam negeri, Greenfields juga bertekad mampu memenuhi ekspor susu di Indonesia sampai 25 persen.

“Kita juga menggalakkan ekspor, untuk pemenuhan kebutuhan di luar negeri kita ekspor ke Malaysia, Singapura, Hongkong dan Brunai,” tandas Rachmat.

Greenfields belum mau membocorkan lokasi mana yang akan digunakan sebagai lokasi peternakan baru mereka. Hanya saja, mereka menyebut kendalanya nantinya adalah lokasi dan sumber air.

“Jawa Timur masih sangat memungkinkan. Malang masih bisa juga, tapi challengenya lokasi, mencari tanah ukuran 100 hektar di ketinggian 1000 meter kan juga susah,” tutup Heru.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia