Wujud Keseriusan, UMK Teken MoU dengan Pemkab Rembang

Wujud Keseriusan, UMK Teken MoU dengan Pemkab Rembang

KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) berkomitmen mengangkat potensi kabupaten Rembang. Wujud keseriusan ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan (MoU) UMK dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

Rektor UMK Dr. H. Suparnyo, SH. MS mengatakan, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz memberikan kesempatan kepada UMK untuk melaksanakan program kerjanya di Kabupaten Rembang. Beberapa program kerja yang dicanangkan salah satunya mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pendidikan. Selain itu juga menggali potensi yang ada dari beragam sektor.

 ”Bentuk nyata program kerja UMK adalah melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat dengan kuliah kerja nyata (KKN), dan program-program lain yang sudah kami siapkan. Kerja sama ini juga sudah ada sinergi dengan sekretaris daerah (sekda), camat, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD),” ungkapnya.

Suparnyo menjelaskan, secara umum kegiatan seperti ini merupakan wujud langkah nyata mengamalkan tri dharma perguruan tinggi. Yakni pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Di disi lain, anak-anak sekolah yang akan memiliki rencana melanjutkan kuliah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melanjutkan S2 bisa diarahkan studi ke UMK.

”Harapan kami UMK bisa dikenal masyarakat lebih luas lagi. Termasuk di Kabupaten Rembang,” jelasnya.



Wakil Rektor I Dr. Murtono, M.Pd mengatakan, program kerja UMK dinilai selaras dengan tekad UMK yang saat ini sedang mengejar predikat universitas dengan Akreditasi A. ”Perkembangan terkini, salah satu Prodi S2, yaitu Magister Pendidikan Dasar memperoleh akreditasi B gemuk dengan skor 351. Nyaris mendapat A, hanya dengan menambah 10 poin. Dengan kata lain, meraih Akreditasi A Optimistis bisa diwujudkan.,” jelasnya.

Murtono menambahkan, bidang penelitian di UMK termasuk klaster madya dengan tersedia dana Rp 6 miliar. Hal ini bisa untuk mengoptimalkan potensi di Kabupaten Rembang.

”Misalnya dikembangkan mesin pencetak garam dan memberikan inovasi baru untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sementara di bidang pendidikan, bisa berupa pengembangan model pembelajaran dan pemberian beasiswa. Kami sudah mengirimkan 50 eksemplar buku metode pembelajaran yang menarik dan mengajak siswa lebih aktif, tapi guru tetap enjoy,” jelasnya.

Dia menuturkan, untuk menunjang kualitas pendidikan, UMK mengupayakan pemberian beasiswa, supaya lulusan SMA bisa melanjutkan sampai perguruan tinggi. Sebab, pendidikan itu penting, agar generasi muda di Kabupaten Rembang bisa mengelola daerahnya dengan baik nantinya.

(ks/san/lin/top/JPR)