Wow….Ternyata Bupati Nyono Suharli Dinilai Masih Full Power di Jombang Sinergi Jawa Pos

JOMBANG – Sejumlah pengamat memiliki pandangan pesimistis terhadap kubu pasangan calon yang akan melawan Nyono Suharli Wihandoko, bupati saat ini. Pasalnya, modal politik yang dimiliki gerbong Nyono  dirasa masih terlalu kuat.

”Kekuatan politik yang di kubu pendopo (bupati petahana, Red) memang full power, langkah-langkah politik yang dilakukan untuk melawan Pak Nyono hampir tidak ada sampai saat ini,” beber Syaean Choir, pengamat politik di Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Menurut dia, peluang Nyono Suharli bisa melenggang dengan mudah kembali menduduki bupati, jika Partai Golkar mampu merangkul PDIP dan PKB.  

”Kekuatan pak Nyono sampai saat ini masih begitu kuat, akan berbeda jika bupati petahana tersandung persoalan hukum, maka tentu akan mengalami degradasi politik,” terangnya.

Salah satu faktornya, lanjut Syaean, partai-partai politik di Jombang secara umum memiliki problem yang hampir sama, yakni tak memiliki figur.

”Mereka tidak memiliki figur atau tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi,” bebernya. Hal itu lebih disebabkan absennya partai politik di Jombang menampilkan kader-kader yang kritis.

”Selama ini hampir tidak ada partai yang mau bersikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang ditelurkan pemerintahan selama kepemimpinan pak Nyono, cenderung asyik dengan relasi yang harmoni,” terangnya.

Pada situasi ini, akan sulit bagi gerbong Mundjidah membangun koalisi. Menurutnya, jika hanya mengandalkan basis idiologis partai, mestinya, jika berbicara basis idiologis partai, Mundjidah  yang PPP juga sangat dekat dengan PKB, dan ini bisa memberi potensi besar kemenangannya.

”Semisal kemungkinan koalisi terbentuk PPP  dengan PKB dan Demokrat, memang peluang kekuatannya berimbang, ini kenapa komunikasi yang terbangun di kubu Bu Mun berjalan agak  lambat, disamping faktor modal finansial,” bebernya.

(jo/naz/bin/JPR)