Wow, Jarak Tempuh Laga Away Arema FC Melebihi Orang Naik Haji

Liga 1 di Indonesia merupakan salah satu liga di dunia yang menguras stamina dan dana. Jika di Liga 2 terbagi ke dalam delapan grup, Liga 1 menggunakan sistem kompetisi penuh.

Liga 1 di Indonesia merupakan salah satu liga di dunia yang menguras stamina dan dana. Jika di Liga 2 terbagi ke dalam delapan grup, Liga 1 menggunakan sistem kompetisi penuh. Artinya, semua tim saling bertemu secara home-away. Dengan 18 tim yang tersebar di berbagai penjuru di Indonesia-lah yang membuat lawatan Arema FC cukup mahal. Bahkan, tim ini bisa menghabiskan Rp 200 juta dalam sekali lawatan.

Lawatan Arema FC ke Padang yang dimulai Rabu lalu (19/7) menjadi salah satu lawatan yang cukup melelahkan. Selain harus menempuh sepuluh jam perjalanan, tiga hari sebelumnya Arema FC baru kalah 0-2 dari Persipura Jayapura. Celakanya, saat melawan Semen Padang, tim berjuluk Singo Edan tersebut juga kalah dengan skor yang sama.

Tentu saja, sepuluh jam kembali ke Malang terasa begitu lama bagi para pemain. Mungkin bagi mereka, hari itu bukanlah hari yang buruk, tapi termasuk hari yang menyebalkan. Ya, mungkin bagi pemain, perjalanan setelah mengalami kekalahan biasanya lebih berat. Ini berbeda saat tim memperoleh kemenangan, pasti selama perjalanan selalu diwarnai dengan sukacita.

Selain Arema FC, barangkali bagi semua tim di Liga 1, perjalanan untuk laga tandang terbilang berat. Dari delapan laga away yang sudah dilakoni di putaran pertama, Arema FC menempuh jarak pergi pulang (pp) sekitar 11.989 kilometer (selengkapnya baca grafis).

Jumlah itu sudah dikurangi 1.764 kilometer. Sebab, laga tandang melawan Persiba Balikpapan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang. Ini setelah Persiba memilih bermarkas di Stadion Gajayana untuk sementara.



Total perjalanan sekitar 11.989 kilometer ini bukanlah perjalanan pendek. Jika dibandingkan, perjalanan tersebut melebihi perjalanan orang naik haji. Dari Kota Malang ke Makkah, perjalanannya hanya 8.586 kilometer. Artinya, dibandingkan ke Tanah Suci, perjalanan Arema FC selama putaran pertama Liga 1 masih kelebihan 3.403 kilometer.

Perjalanan di putaran kedua Liga 1 bisa jadi lebih panjang. Jika di putaran pertama ada delapan away, di putaran kedua ada sembilan laga away. Termasuk 5.400 kilometer pergi pulang (pp) saat bertandang ke Perseru Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Belum lagi ke Jayapura saat menjamu Persipura jelang kompetisi berakhir yang membutuhkan jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer untuk pergi pulang.

Kendati perjalanan panjang, General Manager Arema FC Ruddy Widodo tidak mempermasalahkan beragam lawatan tersebut. ”Memang, kalau dipikir ketika pertandingan away (tandang) dengan jarak yang jauh, biaya pengeluarannya pasti juga tinggi,” kata Ruddy kepada Jawa Pos Radar Malang.

Terkait pembiayaan, memang yang harus dikeluarkan manajemen Arema FC cukup besar. Ruddy mencontohkan, biaya ke Padang beberapa hari lalu, manajemen merogoh kocek sekitar Rp 195 juta– Rp 200 juta. ”Itu semua adalah risiko, kalau tidak mampu ya tidak usah ikut di Liga 1. Ikut saja di Liga 2 atau di bawahnya karena saya pikir semua klub sudah memperhitungkan dana untuk berlaga di liga profesional,” imbuh pria yang juga pengusaha travel ini.

Dengan laga home dan away yang harus dilakoni semua tim, menurut dia, ini akan membuat laga menjadi sehat. Ini berbeda dengan penerapan sistem zona atau wilayah. Misalnya, dari 18 klub peserta kompetisi, dibagi dua zona timur dan barat. ”Kalau seperti itu akan mengkhianati asas fairplay,” kata dia.

Ketika ada zona sebagaimana yang pernah diterapkan di Liga Indonesia sebelum 2007, membuat semua tim tidak saling bertemu. ”Saat ini sudah bagus karena kalau menjadi juara itu adalah juara sejati,” imbuhnya.

Meski ada dampak positif dan negatifnya, menurut dia, jarak yang panjang patut disyukuri. ”Sebab, akhirnya setiap tim bisa saling berkunjung. Papua itu seperti apa dan di Sumatera itu seperti apa, bisa saling tahu,” katanya.

Dengan demikian, sepak bola di Indonesia, menurut Ruddy, tidak hanya melulu soal teknik di lapangan. ”Apalagi jika ada tim yang juara dan berlaga di piala Champion Asia, juga akan menempuh jarak jauh, itu sudah tidak akan menjadi masalah,” tandasnya.

Pewarta: Aris Dwi
Penyuting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati