Wow! Bos Lion Air Usul Diskon Tiket Pesawat Diperluas Jadi Setiap Hari

JawaPos.com – Maskapai Lion Air Group meminta kebijakan pemerintah mengenai tarif tiket berbiaya murah (Low Cost Carier/LCC) yang semula hanya berlaku pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu diganti menjadi setiap hari. Sebagai gantinya, pemerintah diminta memberikan insentif fiskal kepada maskapai.

Demikian disampaikan oleh pemilik Lion Air Group Rusdi Kirana saat menghadiri rapat evaluasi tarif tiket pesawat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/7). Lagipula, kata Rusdi, kebijakan yang saat ini berlaku masih bersifat sementara.

“Karena gak mungkin kan selamanya hanya seminggu tiga kali. Masyarakat kan juga mintanya kalau bisa ‘jangan saya dipaksa jam 10’,” katanya.

Informasi saja, program pemerintah yang dimaksudkan adalah penyediaan tarif diskon tiket pesawat pada penerbangan LCC domestik sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA). Diskon tersebut harus diberikan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.



Sementara waktu yang harus disediakan setiap pukul 10.00 sampai dengan 14.00 berdasarkan waktu bandara setempat. Dengan alokasi seat sebanyak 30 persen dari total kursi dimasing-masing hari tersebut.

Rusdi mengatakan, perpanjang kebijakan tarif diskon menjadi setiap hari bisa saja dilakukan oleh pemerintah. Asalkan, kata dia, seluruh pihak bersama-sama melakukan sharing beban untuk mewujudkan tarif penerbangan berbiaya murah. “Kita sharing apa yang bisa kita sharing,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah bisa saja memberi maskapai semacam insentif fiskal untuk mengurangi beban biaya operasional dari penerbangan. Sebagai contoh, Rusdi bilang pemerintah dapat membangun bengkel aviasi di seluruh Indonesia.

“Salah satunya bagaimana membangun assembly ban di Indonesia sehingga kami airline tidak perlu kirim suku cadangnya ke luar negeri,” katanya.

Perlu diketahui, saat ini maskapai memang masih melakukan vulkarnisir ban dengan mengekspor dahulu ke Thailand. Sebab di Indonesia, tidak memiliki fasilitas yang mumpuni untuk melakukan maintanance ban pesawat tersebut.

“Nah kalau disini dibangun, cost of money menjadi berkurang. Pembangunan bengkel itu juga akan memberikan insentif petani karet. Karena sekian juta kilogram karet dipakai, termasuk suku cadang lain seperti komposit dan avionic,” tukasnya.

Di temui terpisah, Sesmenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan keinginan dari bos Lion Air Group tersebut belum bisa masuk dalam rencana jangka pendek pemerintah. Ia menyatakan, rencana tersebut baru bisa dilakukan setelah tarif tiket berbiaya murah dirasa telah berjalan mulus.

“Kita bisa pancing disitu dulu. Kalau dengan treatment yang ada sekarang itu baru bisa dengan jadwal tertentu. Ini pun masih banyak penyesuaian dan evaluasi,” katanya.

Ia menyatakan kebijakan tarif tiket berbiaya murah berjadwal pun masih dalam kondisi berbagai beban dengan semua pelaku industri. Namun, kata dia, usulan tersebut sejalan dengan rencana pemerintah jangka menengah dan panjang untuk memberikan tarif tiket murah untuk setiap harinya.

“Pemikiran yang bersifat mengembangkan dari kebijakan awal nanti akan ditampung di dalam konsep jangka menegah panjang. Termasuk terbosan dari maskapai. Tapi kan untuk sampai sana efisiensi dan pengurangan costnya harus dipikirkan,” tukasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim