Wow, 1.162 Perusahaan Nunggak Iuran BPJS

MALANG KOTA – Sebanyak 1.162 perusahaan di Malang Raya nunggak iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Total tunggakan ribuan perusahaan yang harus disetor ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu mencapai Rp 6 miliar.

MALANG KOTA – Sebanyak 1.162 perusahaan di Malang Raya nunggak iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Total tunggakan ribuan perusahaan yang harus disetor ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu mencapai Rp 6 miliar.

Akibat banyaknya perusahaan nunggak, klaim yang dibayarkan BPJS ke rumah sakit (RS) pun sedikit. Terhitung Januari–Maret 2017, klaim yang dibayar BPJS hanya Rp 102 miliar atau 20 persen dari target sepanjang 2017, Rp 529 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang Hendry Wahjuni menyatakan, tunggakan iuran tidak hanya terjadi di badan usaha. Tapi, peserta mandiri juga banyak yang nunggak. Hendry menyebut, peserta mandiri di semua kelas nunggak iuran.

Peserta di Kota Malang misalnya, tunggakan peserta kelas I mencapai Rp 9,197 miliar, peserta kelas II Rp 6,162 miliar, dan peserta kelas III Rp 6,9 miliar.



Sementara itu untuk Kabupaten Malang, tunggakan peserta kelas I Rp 8,2 miliar; kelas II Rp 9,1 miliar; sedangkan peserta kelas III sebesar Rp 15,3 miliar.

”Tunggakan paling banyak dari peserta kelas III. Setiap peserta kelas III, premi iurannya Rp 25.500 per bulan,” ujar Hendry, kemarin (16/5).