Workshop PWI Surakarta

Workshop PWI Surakarta

Pada workshop kali ini  sekitar 50 tenaga pendidik mulai tingkat TK hingga SLTA se-Kota Surakarta mendapatkan pembekalan tentang penulisan buku. Para peserta tampak antusias. 

“Sebenarnya pesertanya yang berminat banyak, tapi karena kuota terbatas ya terpaksa dipilih oleh PGRI. Kami juga menggandeng PGRI Kota Surakarta,” ungkap Asep Abdullah, Sekretaris PWI Surakarta dalam siaran persnya. 

Saat membuka kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta,  Drs Unggul Sudarmo, MPd berterima kasih kepada PWI karena sudah membantu memberikan pengetahuan kepada guru tentang penulisan buku. Apalagi menulis buku sudah menjadi syarat bagi para guru terutama yang sudah memiliki kepangkatan III B ke atas.

“Memulai untuk menulis buku tidak lah mudah, namun itu harus dilakukan dan diawali dengan minat. Untuk menumbuhkan minat harus disadari sebagai tanggung jawab profesi untuk menungkatkan kualitas, bukan  sekedar kenaikan pangkat menuju IVB , IV C dan seterusnya,” ungkap Unggul.

Unggul yang pernah menjadi guru mata pelajaran Kimia ini lantas berkisah tentang pengalamannya menulis berbagai buku yang kemudian tanpa diduga ternyata cukup laris.

“Jangan takut gagal. Saya itu mengirimkan tulisan sampai ke 5 atau 6 penerbit baru berhasil. Akhirnya waktu buku terbit tahun 2004 dan kemudian saya mendapatkan royalti yang pertama kali, saya kaget terimanya Rp 32 juta. Padahal waktu itu gaji saya paling satu juta, kurang malah cuma Rp 750 ribu,” paparnya.

Workshop ini menampilkan pembicara Mulyanto Utomo dari PWI Surakarta yang sehari-hari merupakan Redaktur Senior Harian Solopos dan dipandu pengurus PWI Surakarta, Didik Kartika yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan di media online, Fokusjateng.

Melalui kupasan “Yuk, Menulis Buku Secara Populer” Mulyanto memaparkan pentingnya buku sebagai salah satu sarana membangun dan meningkatkan budaya literasi masyarakat. Selain itu ia juga berbagi tips-tips praktis cara menulis buku populer atau buku yang dikebal dan disukai orag-orang banyak, karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan workshop juga semakin gayeng karena di akhir acara, dibagikan belasan doorprize menarik dari penyelenggara dan sponsorship bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan panitia.

“Wah lumayan kalau begini, workshop gratis tambah pengetahuan, pulang dapat bingkisan untuk anak perempuan pula,” ungkap seorang peserta pria yang memamerkan senyum lebar sambil menepuk-nepuk pipi saat dia memperoleh doorprize produk kecantikan. 

Asep menambahkan, workshop semacam ini rencananya akan digelar secara rutin oleh PWI Surakarta. “Kami juga berterima kasih kepada Monumen Pers Nasional dan Bank Indonesia yang sudah mendukung sepenuhnya sehingga kegiatan ini bisa berjalan sukses,” katanya.

(rs/bay/bay/JPR)