Workhsop Green School Festival (GSF) 2019, Ajak Siswa SMP Petakan Masalah Lingkungan

KOTA MALANG – Hari ini (23/9) suasana Mahameru Convention Hall, Hotel Aria Gajayana, tampak riuh. Terlihat ratusan siswa SMP berlomba mencari masalah lingkungan dalam simulasi ‘Green School Mapping’. Mereka berpartisipasi dalam acara Workshop Green School Festival (GSF) 2019 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang bersama Jawa Pos Radar Malang.

Setelah selesai memetakan masalah lingkungan yang ada di sekitar hotel, para siswa SMP se-Kota Malang tersebut berunding untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang tepat dan menuliskannya dalam selembar mind map. Terbagai dalam 4 kelompok besar, selanjutnya mereka mempresentasikan masalah beserta solusinya diatas panggung. Dengan adanya simulasi ini, diharapkan siswa mampu memetakan masalah yang ada di wilayah sekolah masing-masing. Meliputi masalah tanaman, sampah, polusi, hingga energi.

Materi workshop dilanjutkan dengan penjelasan teknis lomba seperti presentase penilaian, pengumpulan dokumen, pembagian juara di tingkat SD dan SMP, kategori lomba tambahan, Lomba mading 3D bertema Sekolah Sehat, Sekolah Ramah Anak, dan Pendidikan Anti Korupsi.

Pada sesi terakhir workshop yang memiliki bobot presentase penilaian sebesar 15 persen ini, Ketua Tim Juri Green School Festival 2019, Fadillah Putra Phd, menyatakan harapannya untuk GSF 2019. “Dapat tercipta GSF Community dimana guru, siswa, hingga orang tua mampu berkumpul sama untuk membahas isu lingkugan. Sehingga nantinya GSF bukan lagi program, namun pelopor gerakan sosial untuk lingkungan Kota Malang,” ungkapnya.



Lebih lanjut, Fadillah menjelaskan bahwa GSF 2019 diperuntukkan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. “Seringkali dikeluhkan pendidikan karakter ini kurang terbangun. Sehingga di GSF 2019 selain membahas masalah lingkungan yang kompleks, juga terdapat karakter anti korupsi yang harus dibentuk sejak dini,” ujarnya.

Penyelenggaraan GSF 2019 bukan tanpa tantangan, namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan. “Dukungan dari kepala sekolah sangat penting ya, karena mereka adalah kunci. Kepala sekolah menjadi poros untuk memberi motivasi kepada siswa, guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar sekolah agar aktif terlibat digerakan ini,” tukas Fadillah.

Pewarta : Zhavirra Noor Rivdha
Foto : Zhavirra Noor Rivdha
Penyunting: Fia