Wishnu Dewanto: Munas Hanura Harus Jadi Ajang Evaluasi Kepemimpinan OSO

Wishnu Dewanto: Munas Hanura Harus Jadi Ajang Evaluasi Kepemimpinan OSO - JPNN.com

Kader Hanura sekaligus salah satu tokoh yang terlibat dalam pendirian Partai Hanura, Wishnu Dewanto. Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Partai Hanura mengagendakan untuk menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 17-19 Desember 2019.

Wishnu Dewanto, selaku kader sekaligus salah satu tokoh yang terlibat dalam pendirian Partai Hanura angkat bicara terkait pelaksanaan Munas tersebut.

Menurut Wishnu, kader Hanura sebaiknya lebih fokus menjadikan Munas untuk ajang evaluasi kegagalan kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) dalam mengantarkan Hanura lolos mendapatkan kursi di DPR RI. Wishnu juga mempertanyakan komitmen Pakta Integritas yang dilanggar oleh OSO.

Dia mengingatkan kader Hanura untuk tidak menjadikan Munas sebagai ajang mencari muka kepada OSO dengan gembar-gembor memilih kembali OSO secara aklamasi.

“Jangankan mencalonkan kembali untuk aklamasi dalam Munas, sebelum Munas pun seharusnya OSO sudah mengundurkan diri sesuai isi Pakta Integritas yang ditandatanganinya,” kata Wishnu dalam keterangan persnya, Minggu (15/12).

Menurut Wishnu, Munas bagi kader yang punya Hati Nurani khususnya kader lama yang tahu sejarah sebaiknya dijadikan ajang untuk evaluasi internal atas kegagalan Partai Hanura yang dipimpin oleh OSO dalam mendapatkan kursi di DPR RI dan harus berani bersikap tolak OSO untuk Ketua Umum.

Terpisah, Ketua DPP Partai Hanura Inas N Zubir mempertanyakan pemahaman Jenderal Purnawirawan Subagyo HS tentang definisi Pakta Integritas.

“Sangat parah pemahaman Jenderal Purnawiran Subagyo HS, mantan anggota wantimpres periode 2015-2019 yang lalu, karena tidak tahu tentang definisi Pakta Integritas,” kata Inas dalam keterangan persnya, Minggu (15/12).