25.9 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

Museum MPU Purwa Berbagi Teknik Perawatan Koleksi

MALANG KOTA – Perawatan benda-benda purba kala juga bisa dimanfaatkan menjadi ajang edukasi. Itu pula yang dilakukan petugas dari Museum MPU Purwa kemarin (7/6). Dia menunjukkan cara membersihkan makara (unsur bangunan candi berwujud makhluk mitologi) menggunakan cairan khusus  di hadapan pengunjung museum.

Makara yang dibersihkan kemarin adalah koleksi yang ditemukan di Dusun Gandul, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Makara tersebut sudah ditemukan sejak Zaman Belanda. Semula makara itu ditempatkan di Jalan Salak yang kini menjadi Jalan Pahlawan Trip. Namun setelah itu dipindahkan ke Museum MPU Purwa.

Kepala Seksi dan Sub Koordinator Sejarah dan Nilai Tradisi Budaya Disdikbud Kota Malang Ari Sandy Satrio Anggoro mengatakan, cagar budaya seperti makara perlu dirawat. Tujuannya agar tidak hancur dan tetap utuh. ”Sebelum melakukan sosialisasi, kami memberikan pemaparan perihal cara membersihkan, merawat, serta melestarikan cagar budaya,” kata dia.

Baca Juga:  Gara-gara Korona, Maskapai Thailand Banting Setir Jual Gorengan

Perawatan makara kemarin disaksikan pengunjung museum dari beberapa kalangan. Di antaranya, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa Universitas Negeri Malang, pengelola museum, juru pelihara, hingga siswa-siswi SDN Dinoyo 1.

”Perawatan benda-benda cagar budaya biasanya kami lakukan rutin satu tahun sekali,” jelas Ari. Caranya bisa disikat atau disemprot dengan cairan supaya tidak mengeluarkan kotoran seperti lumut yang berakibat pada kerusakan.

Penanggung Jawab Cagar Budaya Disdikbud Kota Malang Harimet menambahkan, ada ratusan koleksi yang disimpan di dalam Museum MPU Purwa. Tetapi yang dipajang hanya puluhan koleksi. ”Kami lakukan perawatan sesuai kemampuan,” pungkas Harimet. (mel/fat)

MALANG KOTA – Perawatan benda-benda purba kala juga bisa dimanfaatkan menjadi ajang edukasi. Itu pula yang dilakukan petugas dari Museum MPU Purwa kemarin (7/6). Dia menunjukkan cara membersihkan makara (unsur bangunan candi berwujud makhluk mitologi) menggunakan cairan khusus  di hadapan pengunjung museum.

Makara yang dibersihkan kemarin adalah koleksi yang ditemukan di Dusun Gandul, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Makara tersebut sudah ditemukan sejak Zaman Belanda. Semula makara itu ditempatkan di Jalan Salak yang kini menjadi Jalan Pahlawan Trip. Namun setelah itu dipindahkan ke Museum MPU Purwa.

Kepala Seksi dan Sub Koordinator Sejarah dan Nilai Tradisi Budaya Disdikbud Kota Malang Ari Sandy Satrio Anggoro mengatakan, cagar budaya seperti makara perlu dirawat. Tujuannya agar tidak hancur dan tetap utuh. ”Sebelum melakukan sosialisasi, kami memberikan pemaparan perihal cara membersihkan, merawat, serta melestarikan cagar budaya,” kata dia.

Baca Juga:  Daftar Destinasi Wisata di Finlandia, Negara Paling Bahagia Sedunia

Perawatan makara kemarin disaksikan pengunjung museum dari beberapa kalangan. Di antaranya, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa Universitas Negeri Malang, pengelola museum, juru pelihara, hingga siswa-siswi SDN Dinoyo 1.

”Perawatan benda-benda cagar budaya biasanya kami lakukan rutin satu tahun sekali,” jelas Ari. Caranya bisa disikat atau disemprot dengan cairan supaya tidak mengeluarkan kotoran seperti lumut yang berakibat pada kerusakan.

Penanggung Jawab Cagar Budaya Disdikbud Kota Malang Harimet menambahkan, ada ratusan koleksi yang disimpan di dalam Museum MPU Purwa. Tetapi yang dipajang hanya puluhan koleksi. ”Kami lakukan perawatan sesuai kemampuan,” pungkas Harimet. (mel/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/