Wisata “Jalan Berlubang” Kota Malang Yang Tak Kunjung Usai…

MALANG KOTA – Setiap tahun, Pemkot (Pemerintah Kota) Malang menggerojok dana miliaran rupiah untuk menambal jalan berlubang. Namun, setiap tahun pula, jalanan di Kota Malang banyak yang berlubang.

Kemarin (17/12) Jawa Pos Radar Malang memantau di sejumlah titik ruas untuk mengetahui berapa banyak jalan yang berlubang. Di sepanjang Jalan IR Rais misalnya, wartawan koran ini mencatat ada 11 lubang berdiameter sekitar 30 sentimeter dengan kedalaman sekitar 5 sentimeter. Sementara lubang berdiameter di bawah 10 meter, jumlahnya lebih banyak, ada puluhan titik.

Ahmad Kholil, 48, warga Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang setiap hari melintasi Jalan IR Rais itu mengeluhkan banyaknya jalan berlubang. Apalagi di musim hujan seperti saat ini, Kholil khawatir teperosok saat melintas.

Sebab, saat air hujan menggenangi ruas jalan, dia tidak bisa membedakan genangan air yang ada lubangnya dan genangan yang ruas jalannya rata. ”Pengendara yang sudah berhati-hati pun masih bisa teperosok,” katanya.

Selain di Jalan IR Rais, pemantauan juga dilakukan di Jalan Jakarta. Dari simpang tiga Jalan Surabaya hingga simpang tiga Jalan Besar Ijen ditemukan delapan jalan berlubang. Rata-rata lubangnya berdiameter 10–25 sentimeter. Tapi, di pertengahan jalan, tepatnya di simpang tiga Jalan Semarang, ada lubang berdiameter sekitar 45 sentimeter.

Sementara di sepanjang Jalan Candi Panggung ada 16 jalan berlubang. Diameternya bervariasi, mulai kecil hingga besar. Banyaknya lubang jalan ini memicu kemacetan. Sebab, para pengendara berusaha berhati-hati sehingga laju kendaraannya melambat. Nah, kecepatan yang lambat inilah yang mengakibatkan kemacetan.

Di Jalan Akordion Timur juga ditemukan ada sekitar 10 lubang dari berbagai ukuran dan kedalaman. Kondisi ini juga cukup mengganggu kondisi aspal di Jalan Akordion Timur yang bergelombang dan tidak mulus. Sebagian jalan rusak karena tanahnya ambles, sebagian lagi karena ada tambalan aspal.

Sedangkan di Jalan Saxofon ditemukan sekitar 15 titik lubang. Jika musim hujan, sebagian lubang tergenang air. ”Kami berharap, segera ada perbaikan jalan karena jalur ini sangat padat kendaraan. Ini jalur alternatif menuju ke Kota Batu,” tutur Elok Khumaidah, 24, pengendara yang tinggal di Jalan Saxofon.

Kasubbag Humas Polres Malang Ipda Marhaeni menyatakan, hingga kini tidak ada laporan pengendara yang meninggal dunia akibat teperosok di jalan berlubang. Tapi, dia tidak memungkiri bahwa jalan berlubang membahayakan nyawa para pengendara. ”Selama ini belum ada (laporan) kecelakaan akibat jalan berlubang,” kata mantan Kasium Polres Malang Kota tersebut. (jaf/im/c2/dan)