Wisata Batu Tumpuk yang Unik, Batu Penopang Jauh Lebih Kecil

Di objek wisata yang membutuhkan waktu tempuh sekira 20 meter dari Panca Agung itu, bebatuan secara alami tertata dengan rapi dan letak batu yang bertugas sebagai penopang jauh lebih kecil. Wajar ada sebagian wisatawan merasa khawatir bila melintas di antara bebatuan. Objek wisata yang ada sejak puluhan tahun silam tersebut terbentuk secara alami.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Kaltara (Jawa Pos Group), hingga lima tahun sebelumnya objek wisata tersebut menjadi pilihan utama masyarakat sekitar maupun daerah lain untuk berlibur.

Tak tanggung-tanggung, bila momen hari besar tiba dan beberapa acara lain digelar di objek wisata dengan batu-batuan menjulang ke atas antara 50-100 meter lebih itu kerap disesaki ribuan wisatawan. Ajang foto bersama hingga selfie juga menjadi oleh-oleh para wisatawan setelah meninggalkan objek wisata tersebut.

Namun, seiring waktu berjalan, objek wisata yang dulu sangat digandrungi para wisatawan kini mulai terlupakan. Ini dapat dilihat dari bentuk sisi luar hingga dalam Batu Tumpuk yang dipenuhi semak belukar. Bahkan, beberapa fasilitas sebagai penunjang seperti gazebo ataupun embung yang tak jauh dari lokasi mulai tak berfungsi secara maksimal.



Gazebo yang sudah tak layak, embung yang mulai mengalami pendangkalan dan fasilitas lain pun secara bersamaan ikut rusak. Padahal, bila dicermati dari segi fasilitas yang ada selama ini menjadi daya tarik lain bagi wisatawan yang berkunjung.

Apalagi dari segi akses masuk ke lokasi telah ditunjang dengan jalan yang cukup memadai. Karena jalan sudah berbentuk agregat, sehingga tak menyulitkan bagi siapa saja yang ingin melihat objek wisata tersebut.

Erlanda (21) salah seorang wisatawan yang baru pertama kali melihat objek wisata yang mulai terlupakan itu mengaku kagum kala melihat objek tersebut. Menurutnya, sangat unik ada sebuah bongkahan batu besar yang menduduki sebuah batu lain yang jauh lebih kecil.

“Wah, sayang kalau objek seperti ini kurang perawatannya. Padahal ini sangat-sangat bagus,’’ ungkap warga Kabupaten Tana Tidung ini.

Pria yang kerap mengunjungi objek wisata di berbagai daerah ini mengatakan, objek wisata dengan kondisi seperti ini memang dari sisi keindahan sangat kurang jika dipandang dari sisi luar. Namun ketika sudah masuk ke dalam tetap tak bisa dibohongi akan keindahannya yang menawan.

“Dari luar tadi tak terlihat karena tertutup semak belukar. Dan saat di dalam tetap eksotis menurut saya,” ujarnya, seraya mengabadikan momen dengan berfoto selfie.

Senada dikatakan rekannya, Vandem (22). Menurutnya objek wisata Batu Tumpuk tetap memberikan daya tarik sendiri sekalipun kondisinya seperti saat ini. Hanya saja menurutnya, jika disentuh dengan perawatan yang maksimal akan terlihat jauh lebih indah.

“Tapi, saat ini sudah cukup lumayan untuk menghibur diri dalam berwisata. Meski, sebentar berada di batu tumpuk,” ungkapnya.

Untuk diketahui, objek wisata Batu Tumpuk ini cukup misterius. Sebab beberapa tahun lalu pernah terjadi kesurupan massal di lokasi objek wisata alam tersebut saat digelar perkemahan.


(yuz/jpg/JPC)