Whatsapp Lumpuh, Pedagang Online Mengeluh

KOTA MALANG – Akses Whatsapp di Indonesia mulai Rabu, (22/5) hingga Jumat, (24/5) sedang dibatasi. Imbasnya, banyak penggunanya yang mengeluh. Salah satunya datang dari para pedagang online, khususnya yang ada di Kota Malang.

Pedagang online ini tiap hari memang menggantungkan komunikasi antara dia dan pembelinya lewat aplikasi pesan singkat Whatsapp ini. Selain praktis, Whatsapp dinilai cepat dan simpel sehingga mudah dalam penggunaannya.

Salah satu protes dibatasinya Whatsapp ini datang dari Mahesa Putra Pratama, pria yang punya online shop berjualan sepatu, topi, kaos kaki dan berbagai keperluan anak muda ini mengaku dirugikan atas pembatasan ini.

“Sangat di rugikan mas, dari gak bisa ngirim sama bikin status gambar di Whatsapp saja sudah kelihatan, padahal tiap hari banyak yang bertanya lewat Whatsapp,” katanya.

Instagram yang juga ia gunakan sebagai platform showcase barang dagangan onlinenya pun diakuinya hanya muncul caption tanpa gambar. “Padahal kan modal utama olshop adalah gambar, jadi sangat di rugikan. Seharusnya pemerintah memikirkan hal itu,” tutupnya.



Pedagang online lain, Ariek Susanti yang punya online shop berjualan berbagai kue kering dan makanan lewat aplikasi Facebook selama ramadan pun mengaku proses dagangnya tersendat dengan dibatasinya akses ke Whatsapp dan berbagai media sosial lain ini.

“Ya jadi kesulitan, Facebook lemot, Whatsapp ngirim foto juga lemot, padahal kita seringnya di rumah bales-bales pesan customer ya lewat Whatsapp,” tegas ibu rumah tangga ini.

Sementara itu, Kemenkominfo diberitakan sebelumnya belum mau berbicara banyak terkait kapan pemerintah akan membuka akses penuh kembali terhadap media sosial dan aplikasi pesan singkat seperti Whatsapp. Namun, jika dirasa situasi sudah kembali normal, pemerintah berjanji akan membuka akses penuh ke media sosial kembali.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah