Wayang Krucil Mbah Cilung

WAGIR – Tak hanya topeng Malangan, jejak warisan budaya yang hingga kini bertahan, salah satunya adalah wayang krucil. Tradisi wayang tak biasa ini ada di Dusun Wiloso, Desa Gondowangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Dari bentuk wayang dan bahan yang digunakan tak seperti wayang kebanyakan, lakon atau cerita yang dimainkan juga berbeda. Disebut wayang krucil karena bentuknya lebih kecil dari umumnya wayang kulit. Kira-kira sekitar 30 sentimeter. Wayang krucil juga terbuat dari kayu jenis Pule.

Wayang yang hanya dimainkan sekali dalam setahun, tepatnya saat Lebaran ketupat ini diyakini sudah berusia 400 tahun. ”Wayang ini dibuat oleh Mbah Cilung, leluhur saya,” ujar Saniyem, yang diwarisi wayang krucil tersebut dari keluarganya. Sementara lakon yang diceritakan dalang tentang sejarah masuknya Islam di tanah Jawa.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani
Fotografer : Darmono