MALANG KOTA – Tenaga promosi kesehatan (promkes) hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Malang. Karena dari 16 puskesmas yang ada, baru satu di antaranya yang memiliki aparatur sipil negara (ASN) yang khusus bertugas sebagai tenaga promkes. Sementara 15 puskesmas lainnya belum punya ASN dengan tugas khusus tersebut.

Masih minimnya ASN sebagai tenaga promkes itu disampaikan kepada Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko saat mengisi acara Gerakan Bersama Remaja Sehat dan Beretika (Gebras) di aula SMKN 1 Malang kemarin (7/1). ”Kalau ngandalkan (tenaga) promkes kontrak, saat waktunya sudah habis akan pergi. Padahal, sudah dikasih pelatihan,” kata Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati, kemarin.

Hingga saat ini, dia melanjutkan, promkes di Puskesmas Janti masih ditangani oleh masing-masing bidang dan profesi. Termasuk bidan juga membantu sebagai tenaga promkes. ”Makanya, harapannya ke depan direkrut ASN,” ucap dia.

Dia menambahkan, setiap puskesmas membutuhkan satu tenaga promkes. Sedangkan jumlah puskesmas di Kota Malang ada 16 puskesmas. ”Saat ini yang ada (tenaga promkes) cuma di Pandanwangi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya berjanji mengakomodasi masukan tersebut. ”Biar dinas (dinkes) nanti menyampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” terang politikus Partai Golkar ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, sektor lain juga masih ada kekurangan tenaga ASN, seperti guru misalnya. Karena dalam 10 tahun terakhir tidak ada penerimaan ASN. ”Padahal yang purna tugas juga ada setiap tahunnya,” tandasnya.

Lebih lanjut, pada tahun ini diperkirakan juga akan ada rekrutmen ASN lagi. Karena di website Kemen PAN-RB ada rencana penerimaan ASN lagi. ”Formasinya masih belum. Tapi bisa diusulkan nanti,” ungkap mantan anggota dewan empat periode ini.   

Pewarta              : Imam Nasrodin
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting          : Ahmad Yani