Waspada Teror Bom, KAI Terjunkan Anjing Pelacak Hingga Ribuan Personel

JawaPos.com –  PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan 1.062 personel keamanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2019. Tujuannya untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa angkutan kereta api.

Ribuan personel itu terdiri dari 239 personel Polsuska, 819 dari petugas security, dan 4 personel dari Pabin dan Babin. Selain itu, pengamanan pun didukung dari satuan keamanan eksternal TNI/Polri sebanyak 259 personel.

Tak hanya itu, masing-masing dua anjing pelacak pun disiagakan di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Berikut dengan tim K-9 berjumlah 6 orang pawang di masing-masing stasiun.



Disertakan anjing pelacak untuk mewaspadai adanya benda mencurigakan berisi bahan peledak atau bom. Bahkan, dua mobil penjinak bom pun disiagakan di Stasiun Gambir dan Pasar Senen guna mengantisipasi adanya aksi terorisme.

Executive Vice President (EVP) Daerah Operasi 1 PT Kereta Api Indonedia (KAI) R Dadan Rusdiansyah mengatakan, pengamanan esktra ketat dilakukan di stasiun selama masa angkutan Nataru 2019.

Petugas keamanan akan berpatroli di area stasiun, jalur KA, dan objek vital lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta. Tak cukup sampai di situ, Dadan mengatakan, demi pengamanan ekstra dilakukan dengan pengecekan jalur perlintasan KA secara berkala.

“Kami menambahkan tenaga ekstra. Terutama dalam hal pelayanan. Kami mengoperasikan semua pegawai Daop 1 untuk memberikan pelayanan prima. Ini semua semata-mata untuk memberi rasa aman,” kata Dadan saat konferensi pers di sebuah hotel di Gambir Jakarta pusat, Kamis (13/12).

Dari sisi fasilitas kesehatan, PT KAI Daop 1 Jakarta menyiagakan sarana posko kesehatan di lima lokasi. Yaitu, Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikampek, dan Stasiun Sukabumi.

“Total tenaga medis yang disiagakan ada 32 orang. Terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, dan 27 paramedis poskes,” kata Dadan.

(wiw/JPC)