Waspada, Kelurahan Ciptomulyo Berpotensi Terserang DBD

Koordinasi di Puskesmas Ciptomulyo

KOTA MALANG – Warga Kelurahan Ciptomulyo harus waspada terhadap potensi terjangkit penyakit demam berdarah (DBD). Hingga pertengahan tahun 2019 ini sudah terdapat lima kasus DBD yang telah ditangani oleh Puskesmas Ciptomulyo.

“Hal ini dikarenakan Kelurahan Ciptomulyo sendiri merupakan kawasan padat penduduk. Terlebih pada beberapa tempat sangat dekat dengan Selokan,” papar Kepala Puskesmas Cipto Mulyo Edy Dwitanto saat diwawancarai radarmalang.id pasca rapat koordinasi penanganan DBD. Ia menjelaskan dari 4 kelurahan yang dinaungi Puskesmas Ciptomulyo, Kelurahan Ciptomulyo berpotensi hingga 50 persen terjangkit DBD.

Sementara itu pada Kelurahan Gadang, Kelurahan Kebonsari, dan Kelurahan Bakalan Krajan masih dapat dikendalikan potensi terjadinya dbd karena keaktifan masyarakatnya dalam memeriksa jentik di lingkungan rumah. Pada 3 kelurahan tersebut Edy menjelaskan angka bebas jentik masih 85 persen dan dalam batas aman.

“Kami akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk memeriksa jentik pada setiap genangan air di lingkungan rumahnya,” jelas Edy. Ia menambahkan pada kawasan padat penduduk memang berpotensi lebih besar terjangkit DBD karena aktivitas cenderung lebih tinggi sehingga sirkulasi air juga terabaikan.

Edy menambahkan kasus yang paling sering terjadi yakni ditemukan jentik nyamuk pada tatakan wadah tetesan air di dispenser. Selain itu juga banyak ditemukan tempat minum air pada burung karena banyak masyarakat yang menelihara burung dan tidak mengganti airnya setiap hari.



“Oleh sebab itu kami imbau pada masyarakat khususnya Kelurahan Ciptomulyo untuk selalu mengecek genangan air pada rumahnya untuk menekan potensi terjangkitnya DBD,” tukas Edy.

Pewarta : Choirul Anwar
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Choirul Anwar