Waspada Coronavirus, Deteksi Thermal Scanner Saja Tak Cukup

Anggota divisi infeksi Paru RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, dr Rezki Tantular, SpP saat memberi penjelasan kepada awak media, Senin (27/1).

 

KOTA MALANG – Belakangan viral Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyambut kedatangan turis di China dengan tari-tarian dan jamuan. Irwan mengklaim turis-turis itu lolos dari thermal scanner dan dipastikan tidak terinfeksi coronavirus.

Tapi, benarkah thermal scanner saja sudah cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi atau tidak terinfeksi corona?

Anggota Divisi Infeksi Paru RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, dr Rezki Tantular, SpP mengatakan, klaim itu terlalu dini. Sebab, corona virus bisa jadi sudah masuk ke tubuh manusia tapi belum memunculkan gejalanya.

“Ada kan itu di Eropa atau di mana gitu yang ternyata terinfeksi tapi nggak ada gejalanya. Itu berarti virusnya baru nempel,” katanya pada awak media pada Senin (27/1).

Ia mengatakan bahwa klaim tidak terinfeksi harus berdasarkan tes Real Time PCR (Polymerase Chain Reaction). Yaitu suatu teknik pengerjaan PCR di laboratorium untuk mengamplifikasi (memperbanyak) sekaligus menghitung (kuantifikasi) jumlah target molekul DNA hasil amplifikasi tersebut.

“Kita tidak punya fasilitas itu. Jadi nanti orang yang diduga mengidap akan di-swap tenggorokan dan hidung. Sampelnya itu akan kami berikan ke BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) BBLK Jawa Timur,” bebernya.

Proses pemeriksaanya memakan waktu 2-3 hari. Dalam kurun waktu itu, pasien suspect harus tinggal di ruang isolasi.

Sementara Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr daeng M Faqih, SH, MH dalam rilis resmi IDI menjelaskan bahwa gejala baru muncul setelah 2-14 hari terinfeksi.

“Terkait pencegahan belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini. Karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru,” tulisnya dalam pers rilis.

Daeng mengimbau agar masyarakat tidak panik. Ia mengingatkan agar masyarakat waspada jika mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Jaga kebersihan, cuci tangan rutin, gunakan sabun atau hand sanitizer. Hindari mengusap mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan, gunakan masker, dan makan buah serta sayur minimal 3 kali sehari,” beber dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu

Editor : Indra M