Warna-warni Coblosan Pemilihan Gubernur Jatim di Kota Batu

TPS Piala Dunia

KOTA BATU – Semarak Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur juga berlangsung di Kota Batu kemarin (27/6). Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) berlomba-lomba menggaet partisipasi pemilih dengan beragam cara. Sementara itu, para tahanan pun tak kalah bersemangat untuk menyalurkan hak politiknya. Seperti apa?

Antusiasme ditunjukkan masyarakat Kota Batu pada setiap pesta demokrasi yang digelar. Seperti Pilgub 2013 lalu, partisipasi pemilih di Kota Dingin ini mencapai 69 persen.

Jumlah tersebut melampaui partisipasi keseluruhan di Jawa Timur. Pun, di Pilwali 2017 lalu, partisipasi pemilih mencapai 80,9 persen.

Nah, berbagai cara dilakukan KPPS untuk menarik minat pemilih datang ke TPS. Sejumlah 411 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Kota Batu, beberapa di antaranya mengusung tema unik dan menarik. Seperti yang terlihat di TPS 19, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Demam Piala Dunia 2018 dihadirkan di tempat pencoblosan. Beberapa atribut sepak bola pun dipasang. Seperti jersey yang digunakan untuk penutup kotak suara hingga seluruh panitia yang mengenakan jersey negara peserta Piala Dunia. Ada yang mengenakan jersey Jerman, Argentina, Spanyol, Brasil, dan lain sebagainya. TPS pun makin semarak, karena menggunakan ruang kelas SD Muhammadiyah yang memajang berbagai pernak-pernik hiasan karya siswa.

Ketua KPPS TPS 19, Kelurahan Sisir, Anna Pujiastuti menyatakan, persiapan membuat TPS dengan warna-warni Piala Dunia ini berlangsung singkat. ”Dua hari sebelum sekarang ini (Senin, 25/6), kami mengadakan pertemuan,” kata dia.

Karena terdapat banyak anak muda di KPPS dan sedang ramai Piala Dunia, maka diputuskan membuat TPS bertema Piala Dunia. ”Ya, piala dunia kan sedang booming. Kami buat saja seperti sekarang,” kata dia.

Sementara itu, meski menyandang status sebagai tahanan Polres Batu, sebanyak 27 pemilih tetap bisa mencoblos. Dengan menggunakan baju tahanan, mereka bergiliran masuk bilik suara yang ditempatkan di depan sel transit Polres Batu. Setelah mencoblos dan mencelupkan jari kelingkingnya ke tinta, mereka kembali masuk selnya masing-masing.

Para tahanan tersebut tak hanya dari Kota Batu saja. Sebanyak 13 orang tahanan berasal dari Kabupaten Malang, 2 orang beralamat di Surabaya, serta 1 orang masing-masing dari Lumajang dan Blitar. Sementara sisanya adalah tahanan yang ber-KTP Kota Batu.

Para tahanan tersebut bisa mencoblos karena memenuhi persyaratan penerbitan A5. ”Kelengkapan syaratnya antara lain fotokopi KTP, KK, NIK, dan NKK yang dibutuhkan. Jika sudah pasti, kami koordinasikan dengan KPU di kota asal mereka. Misalnya, tahanan berasal dari Pujon, kami konfirmasi bahwa mereka sedang dalam tahanan Polres Kota Batu untuk menerbitkan A5 mereka,” terang Ketua KPU Kota Batu Rochani saat sidak ke Polres Batu, kemarin.

Dari pantauan wartawan koran ini, para tahanan tampak senang bisa menyalurkan hak politiknya. Meski tengah berada di balik jeruji besi, mereka tetap bisa ikut pesta demokrasi.

”Dari 27 tahanan, 26 tahanan laki-laki dan 1 perempuan. Walaupun statusnya tahanan, mereka memiliki hak untuk memilih,” terang Kasat Tahti Polres Kota Batu Budiono.

Pewarta: Aris Dwi & Octo Pratama
Penyunting: Achmad Yani
Foto: Aris Dwi