Warkop Jadi Arena Diskusi, Bahas Bisnis hingga Sosialisasi Lalu Lintas Sinergi Jawa Pos

HABIBUL ADNAN, Besuki

Sekitar pukul 14.00 kemarin, warga terlihat ramai. Ada sekitar puluhan orang. Mereka duduk diatas bangku memanjang. Di hadapan mereka ada dua anggota polisi yang terlihat sedang memaparkan sesuatu.

Setelah itu, mereka menikmati hidangan segelas kopi hitam. Sambil duduk-duduk santai, puluhan warga tersebut tetap membicarakan tema yang disampaikan dua anggota polisi tadi. Hingga siang hari, warga tetap bertahan di tempat itu.   

Pemandangan serupa sebenarnya bukan hal langka. Hampir setiap saat pasti ada orang yang nongkrong di warung kopi tersebut. Baik siang hari maupun malam hari. Iya, warung kopi tersebut bukan 24 jam. Warga akrab menyebutnya dengan warung kopi H. Ali.



Budiono, salah satu warga yang sering nongkrong di di tempat itu mengatakan, warung tersebut hanya tutup pada Hari lebaran saja. Selain itu, selalu buka. “Tidak pernah sepi, pasti ada masyarakat yang datang,” katanya.

Dia menerangkan, warga yang datang disana bukan hanya untuk menyerumput segelas kopi saja. Tetapi ada banyak aktifitas yang bisa dilakukan. Mulai dari mendiskusikan beragam persoalan, hingga bicara masalah bisnis.

Kata dia, warung tersebut juga dipakai sebagai tempat berjualan HP dan sepeda motor bekas, dan lain sebagainya. Mereka yang akan memasarkan motor dan HPnya bisa memanfaatkan warung kopi H. Ali. “Langsung transaksi disana,” katanya.

Upaya polisi dalam menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas juga memanfaatkan warung kopi yang berada di sebelah selatan Alun-alun Besuki itu. Buktinya, siang kemarin (06/12), warung tersebut dipakai sebagai tempat sosialisasi tertib lalu lintas.

Ipda Jembadi, salah satu polisi yang memberikan sosialisasi mengaku sengaja menempatkan sosialisasi di tempat itu karena selalu ramaoi warga, “Ini namanya kegiatan Ngobras yang berarti ngobrol bareng seputar lalu lintas. Kami menyampaikan hal ini agar lebih dekat dengan masyarakat dalam menyampaikan pesan kamtibmas, khususnya tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Di depan puluhan warga yang dikumpulkan, Jembadi mengatakan, dalam berkendara harus memperhatikan tiga Siap. Yaitu, siap mematuhi aturan Lalu Lintas, siap kondisi fisik, dan siap kondisi kendaraan. “Yang paling penting adalah, mengutamakan keselamatan di Jalan dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” terangnya.