Wariskan Semangat Rivalitas

MALANG KOTA – Milomir Seslija beruntung memiliki tiga asisten pelatih yang sama-sama pernah menjadi pemain Arema FC. Semasa aktif bermain, Kuncoro, Singgih Pitono, dan Siswantoro pernah merasakan atmosfer derby Jatim melawan Persebaya.

Singgih misalnya. Ada satu momen yang paling dia ingat sampai sekarang. Yakni, saat menghadapi Persebaya di Stadion Gajayana, 1997 silam. ”Kalau tidak salah dulu Persebaya tidak terkalahkan,” kata dia.

Pada laga itu, Singgih harus duduk di bangku cadangan. Kondisinya masih cedera. ”Tapi, teriakan suporter yang memanggil nama saya, membuat saya bangkit,” ujar dia.

Singgih lantas mendapatkan kesempatan untuk tampil. ”Saat saya masuk, langsung dapat tendangan bebas,” kata dia.

Dia mengingat, kala itu Basuni Alwi menjadi penjaga gawang Persebaya. ”Saya tendang, mental, lalu ditendang lagi sama Gethuk (Joko Susilo) dan gol. Kami menang 1-0 waktu itu,” ungkap dia.



Ada sensasi luar biasa ketika berhasil mengalahkan Persebaya, yang sejak dulu sudah terlibat rivalitas dengan Arema FC. Nah, itulah yang berusaha dia tularkan kepada pemain Arema FC saat ini. ”Rivalitas itu tidak bisa pudar dari generasi ke generasi selalu ada,” kata pria asal Tulungagung ini.

Tapi, sesengit apa pun rivalitas itu, pemain harus tetap sportif. ”Apalagi sekarang saya kira semua pemain menjunjung tinggi sportivitas,” pungkas Singgih.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Aris Dwi Kuncoro