Warga Sudah Resah Ada Makhluk Aneh, Instansi Terkait Belum Bergerak

JawaPos.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara) mengaku belum mengetahui adanya penemuan makhluk misterius yang terdampar di Pantai Nibung, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan. Kepala DKP Kaltara, Amir Bakrie saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya temuan makhluk yang terlihat besar serta ditutupi bulu putih yang cukup lebat dan bercabang seperti memiliki jari itu.

“Saya belum tahu, sejauh ini kita belum terima laporan, saya juga baru tahu hari ini ada temuan itu,” kata Amir dikutip dari Radar Kaltara (Jawa Pos Group), Minggu (28/4).

Menyikapi hal itu, DKP dalam waktu dekat ini akan menurunkan tim untuk mengkaji makhluk yang ditemukan masyarakat Bunyu tersebut. “Kami akan kaji untuk mengidentifikasi jenis makhluk itu,” kata Amir.

Namun, kata Amir, sebelum melakukan pengkajian, DKP akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pengkajian perlu dilakukan, karena adanya temuan makhluk misterius itu sangat meresahkan masyarakat, utamanya masyarakat di Kacamatan Bunyu.



Sebelumnya, salah seorang warga Bunyu Timur, Agus Kurnia Sandy mengatakan, makhluk aneh itu pertama kali ditemukan oleh karyawan perusahaan batu bara. Namun pada saat itu diabaikan karena hanya disangka batang kayu yang terdampar.

“Masyarakat Bunyu mulai heboh, berdatangan ke pantai untuk melihat makhluk aneh itu setelah salah seorang ibu-ibu melakukan live streaming melalui akun media sosialnya seminggu lalu,” kata Agus.

Bahkan hingga kemarin masyarakat Bunyu masih penasaran dengan makhluk yang katanya juga pernah terdampar di salah satu pantai di Filipina, dengan silih berganti berdatangan ke pantai.Termasuk Agus sendiri.

Dari pengamatannya, Agus mengatakan, panjang ekor makhluk yang sudah tidak bernyawa itu sekitar 9-10 meter dengan lebar sekitar 2 meter. “Makhluknya berdarah, cuma saya tidak tahu di mana posisi kepala dan matanya, karena tidak ada warga yang berani menggerakkan,” ujarnya.

Bahkan hingga kemarin, kata pria 23 tahun, makhluk tersebut masih berada di Pantai Nibung, dan sudah mengeluarkan aroma busuk. “Dua hari lalu belum (busuk), kalau kemarin (Rabu, Red) sudah mulai membusuk,” sebutnya.

Agus sendiri masih penasaran dengan makhluk tersebut, apakah termasuk hewan langka atau dilindungi. Karena itu, dia berharap ada tindak lanjut dari instansi terkait untuk melakukan kunjungan lapangan.

Menyikapi hal itu, Petugas Penyuluh Lapangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Hariyono mengaku, belum dapat mengidentifikasi secara pasti jenis makhluk aneh tersebut.

“Saya juga baru tahu melalui grup WhatsApp,” ujarnya.

Namun berdasarkan keterangan yang didapat dari internet, makhluk serupa sudah beberapa kali ditemukan terdampar. “Dari hasil searching (pencarian, Red), makhluk seperti itu pernah ditemukan terdampar di beberapa negara, seperti Filipina, Australia dan Eropa,” sebutnya.

Bahkan berukuran jauh lebih besar dari yang ada di Bunyu. Hanya saja dirinya tidak ingin berspekulasi, karena belum ada penelitian soal makhluk tersebut.

“Saya juga belum melihat makhluk itu secara langsung, kalau tidak ada kendala dalam waktu dekat ini saya akan ke lokasi untuk melihat secara langsung, karena saya juga penasaran dengan makhluk itu,” pungkasnya.