Warga Setorkan Bukti Money Politics, Bawaslu: Percuma!

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Kota Malang, Rusmi Fahrizal Rustam

KOTA MALANG – Pemilu 2019 di Kota Malang telah usai, namun sepertinya gejolak konflik masih tetap terjadi dan belum mereda. Hari ini (9/5) rencananya ada kelompok warga yang akan mengembalikan money politics ke Kantor Bawaslu. Namun hingga saat ini, kantor Bawaslu terpantau sepi, belum ada masyarakat yang kabarnya akan datang tersebut.

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Kota Malang, Rusmi Fahrizal Rustam mengatakan 5 orang beberapa hari yang lalu telah mendatangi kantor dan menyerahkan amplop berisi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Warga tersebut antara lain berasal dari Kecamatan Klojen, Lowokwaru, dan Blimbing.

“Katanya sih dapat dari istri atau dari siapa itulah, disuruh milih partai tertentu. Tapi mereka itu nggak tahu yang ngasih dan nyuruh itu siapa. Mereka ke kantor itu nggak bikin laporan tapi cuma ngasih uang. Lah Bawaslu ini bukan tempat mengumpulkan uang,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa masyarakat ketakutan karena ada isu bahwa penerima money politics akan dipidanakan. Padahal, masyarakat ketika melaporkan tidak akan dipidana. Kalau sekadar menyerahkan uang saja, maka Bawaslu tidak akan bisa memproses.

“Kalau cuma uangnya ya terima aja, nggak bakal dipidana. Kalau nggak mau ya sana sumbangkan ke masjid. Daripada cuma ngasih yang tapi tidak melaporkan dan tidak ada bukti siapa yang ngasih dan bukti lainnya,” sambungnya.

Hingga saat ini dugaan money politics dan pelanggaran administratif yang ditemui Bawaslu indikasi dilakukan oleh caleg. Untuk partai dan jumlah kasusnya, ia enggan menyebutkan lebih spesifik. “Yang jelas sudah di proses penyidik,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa ada kabar ajakan masyarakat berkumpul di 4 titik lain. Yakni KPUD, Gudang KPUD, dan Bawaslu. Mereka mengajak untuk melaporkan isu-isu kecurangan hingga deklarasi kemenangan Prabowo-Sandi.

Sehingga pihak Polres Makota hari ini menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan di 4 titik tersebut. Yaitu di KPUD sebanyak 200, di Bawaslu 110, gudang KPUD 60, dan GOR Ken Arok 18. Di 4 titik tersebut hingga saat ini terpantau radarmalang.id masih sepi.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia