Warga Poncokusumo Salurkan Bantuan untuk Palu-Donggala Sebesar Rp 22 Juta

PONCOKUSUMO – Tidak ada yang menyangka jika dari pecahan uang Rp 1 ribu hingga Rp 5 ribu dapat menghasilkan uang puluhan juta rupiah. Hal tersebut terjadi ketika Pendamping Desa P3MD dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kec Poncokusumo menjalankan Penggalangan Bantuan Bencana Palu-Donggala Sulteng yang diadakan Minggu (7/10) lalu dalam acara Karnaval Desa Karanganyar, Poncokusumo, Malang.

Agenda acara yang seharusnya hanya bersih Desa Karanganyar dimanfaatkan dua komunitas tersebut untuk membuka posko penggalangan dana untuk kejadian tsunami yang menimpa warga Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah yang terjadi pada akhir bulan September lalu. Tim panitia melakukan gerak keliling dari Dusun Gadungan hingga Dusun Lorkali dengan membawa kotak agar punyumbang dapat memasukkan bantuan uang ke dalamnya.

Sempat dikira hanya mendapat ratusan ribu saja, Kairul Yusfatulloh Akbar selaku Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Poncokusumo terkejut ketika menghitung jumlah uang yang terkumpul mencapai kira-kira Rp 22 juta tersebut.

“Saya kira hanya akan terkumpul Rp 300 ribu saja karena melihat pecahan uang dengan nominal dibawah Rp 50 ribu. Ternyata sampai Rp 22 juta. Sampai bingung bagaimana cara menyalurkan donasi dana sebesar ini,” ungkapnya.

Hasil donasi tersebut akhirnya disalurkan melalui Posko Bantuan Jawa Pos Radar Malang dan akan diserahkan bersama dengan bantuan-bantuan lain yang sudah terkumpul.

Yulianti, Kepala HRD Radar Malang menyambut baik bantuan yang diserahkan Pendamping Desa P3MD dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kec Poncokusumo melalui Radar Malang.

“Terima kasih atas partisipasi dalam memberikan donasi untuk Kota Palu dan Donggala. Semoga bermanfaat,” ujarnya kepada pihak panitia.

Pewarta: Naomi
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Naomi