Warga Mergosono Temukan Mortir Aktif Sisa Agresi Militer II di Belakang Rumah

KOTA MALANG – Warga Jl. Kolonel Sugiono RW 03 RT 03 dikagetkan dengan temukan bahan peledak, berupa mortir di rumahnya. Diduga, bahan peledak itu merupakan peninggalan era agresi militer Belanda II.

Hal itu diketahui, saat Siti Sundari, penghuni rumah, mendapat laporan dari tukang yang ia pekerjakan, Jani, saat menggali tanah di halaman rumah belakangnya 20 cm sebagai pondasi tandon air sekitar pukul 15.00.

“Sekitar pukul tiga an sepertinya,” tutur ia.

Mendapati ada mortir di halaman belakang rumah, Ndari, sapaan akrabnya langsung memanggil, ponakannya, Mohammad Rifai untuk melapor ke Babinsa setempat, Sabtu (20/7) kemarin.

“Jadi saya langsung lapor ke Polsek Kedungkandang,” tutur Rifai, sang pelapor kejadian.

Sembari menunggu polisi, Rifai mengatakan, Jani, si tukang, sempat memindahkan mortir tersebut tumpukan kresek tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sempat dipindahkan biar aman gitu pikiranya,” ujarnya.

Namun, saat polisi datang pada pukul 17.00, kata Rifai, mortir tersebut langsung dipindahkan karena nantinya takut terjadi ledakan.

“Ini kan mudah meledak dan bahaya juga mindahkan dari tempat kejadian perkara (TKP) kata petugas kemarin itu jadi dikembalikan lagi,” tutur Rifai.

Terkait jenis dan tahun pembuatan mortir tersebut Rifai mengatakan itu merupakan mortir peninggalan Belanda. Pasalnya, rumah yang sudah tua dan ditempatinya saat ini, imbuh ia, sempat terkena mortir dari Belanda saat perang agresi militer II.

“Dulu sempat memang pernah di rumah ini tertimpa bom gitu pas 1948 Agresi Militer II. Tapi ini mungkin ya pas Belanda itu,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Kedung Kandang, Kompol Suko Wahyudi mengatakan, mortir yang berukuran 20×30 cm tersebut diduga masih aktif setelah mendapat laporan dari Jihandak dari Detasemen Pelopor Brimob Ampeldento yang kemarin mengevakuasi mortir tersebut

“Itu diduga masih aktif ukurannya sekitar 20×30 cm,” tutur Suko, Minggu (21/7).

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia