Warga Israel Terpaksa Kembali Memilih

JawaPos.com – Pemilu Israel kedua tahun ini akhirnya digelar. Masyarakat yang sudah kehilangan antusiasme pun memaksa diri untuk ke tempat pemungutan suara. Mereka berharap tak perlu lagi mencoblos empat tahun ke depan.

Salah satu warga yang merasa terpaksa datang ke TPS adalah Gruny Tzivin. Dia datang dengan anjingnya, Bibi. Nama anjingnya berasal dari bekas idola politiknya, Benjamin Netanyahu. Namun, sekarang dia membenci Netanyahu setelah skandal korupsi dan gaya otoriternya terungkap.

”Saya selalu menyesal memberi nama Bibi saat pemilu datang. Sayangnya, pemilu di negara ini tak pernah berhenti,” ungkapnya kepada Agence France-Presse.

Tak sedikit yang mempunyai sikap yang sama dengan Tzivin. Warga Israel malas kembali memilih anggota Knesset. Padahal, belum juga lima bulan lalu mereka menggelar pesta demokrasi tersebut. Namun, angka partisipasi sampai pukul 10.00 waktu setempat sudah mencapai 15 persen. Tertinggi sejak 1984.



Meski bosan, masyarakat Israel takut jika parlemen kembali macet. April lalu, Partai Likud milik Netanyahu sebenarnya memperoleh suara paling banyak dengan 36 kursi parlemen. Tapi, mereka gagal membentuk koalisi pemerintah sebanyak 61 kursi.

”Pemilu ini buang-buang waktu dan uang,’’ ujar Tony Sachs, 64, yang baru keluar dari bilik suara.

Likud diancam oleh partai baru yang dipimpin mantan panglima Israel Benny Gantz. Dalam pemilu sebelumnya, Partai Blue and White memperoleh 35 kursi alias hanya selisih satu dengan Likud. Saking paniknya, ada kabar bahwa Netanyahu berencana menunda pemilu dan mengumumkan perang di Jalur Gaza untuk memperoleh simpati masyarakat.