Warga Boyolali Mantab Dukung Ganjar-Yasin

Warga Boyolali Mantab Dukung Ganjar-Yasin

Calon gubernur Jateng Ganjar Pranowo terlihat di tengah kerumunan massa pendukungnya yang merupakan warga kecamatan Andong, Boyolali.
(dok. Tim Media Ganjar-Yasin)

RADAR MALANG ONLINE – Sekitar lima ribu warga Boyolali kompak menyatakan dukungan mereka ke Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2018. Pernyataan dukungan itu disaksikan sendiri oleh Sang Petahana kala menyambangi Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Kamis (12/4).

Sebelumnya, Ganjar yang tiba di Desa Mojo disambut riuh oleh warga. Sambutan tak hanya datang dari warga setempat, namun juga mereka yang berasal dari desa-desa lain di Kecamatan Andong. 

Saat didatangi Ganjar, warga se-Kecamatan Andong bertekad bulat memenangkan Ganjar dan pasangannya, Taj Yasin pada Pemilihan Gubernur 27 Juni mendatang. Demi menyukseskannya, jaringan Relawan Ganjar Bersatu pun didirikan.

Relawan ini terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, pemuda, hingga kaum ibu-ibu. “Tujuan kita satu, Pak Ganjar dan Gus Yasin harus menang,” kata Ketua Relawan Ganjar Bersatu Ahmad Imron. 



Ganjar sendiri mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan sebanyak ini. Menjadi berbeda, lantaran jika biasanya dalam dialog ada permintaan bantuan dari warga, namun tidak untuk kali ini.

Sampun manteb yakin semua pak,” tukas Imron menjelaskan keyakinan mereka mendukung Ganjar-Yasin.

Dalam sambutannya, Ganjar memaparkan dua hal kunci pembangunan desa. Yakni kerukunan dan partisipasi warga. “Tidak akan ada kemajuan jika warga desa saling bertikai, harus rukun maka gorong royong bisa terlaksana,” katanya. 

Warga juga harus berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, pelaksanaan, dan pengawasan. “Ikuti musyawarah desa, sampaikan usulan, jangan cuma diam apatis tapi kalau jalannya rusak protes,” ujarnya lagi.

Ganjar juga sempat membahas tentang maraknya hoax di masyarakat. Menurutnya hoax dihembuskan pihak tertentu untuk memecah belah bangsa. 

Untuk menangkalnya, lanjut Ganjar, warga harus aktif bertanya ketika mendapat suatu isu yang kontroversial. “Misalnya kemarin saya baca puisi malah dituding menistakan agama, tidak mungkin kan saya islam, pasangan saya anaknya kiai besar. Alhamdulillah sekarang yang ngatain dungu sudah minta maaf,” imbuhnya.


(gul/JPC)