Warek UIN Malang Beberkan Keistimewaan Puasa Syawal

KOTA MALANG – Bulan Ramadan telah berlalu. Puasa dari lapar, dahaga, dan nafsu juga berakhir.

Namun, untuk melengkapi ibadah pengendalian diri tersebut, umat muslim bisa melaksanakan Puasa Syawal.

Puasa yang dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal ini nilainya setimpal dengan satu tahun berpuasa.

Seperti yang dikatakan Wakil Rektor 1 UIN Malang, Dr. H. M. Zaenuddin, M.A., saat ditemui oleh radarmalang.id, Senin (10/6).

“Barang siapa yang berpuasa di enam hari bulan Syawal nilainya seperti satu tahun berpuasa” kata Zaenuddin mengutip hadist.



Untuk pelaksanaannya sendiri, kata Zaenuddin, umat muslim bisa memilih bebas harinya dan juga tidak selalu runtut.

“Bebas selama itu di bulan Syawal,” tambahnya.

Zaenuddin juga mengatakan, puasa Syawal ini terasa berat. Sebab, dilakukan pada saat semua orang sedang bertamu dan makan kue sisa lebaran atau masakan khas lebaran kupatan.

“Tapi yang melakukan ganjarannya itu tadi,” ujar pria asal Bojonegoro tersebut.

Pewarta: Bob Bimantara
Foto: Bob Bimantara
Penyunting: Fia