Wali Murid Sekolah Internasional Jadi Tersangka Tabrak Lari

JawaPos.com – Polsek Sukomanunggal menetapkan pengusaha Imelda Budianto sebagai tersangka dalam kasus dugaan tabrak lari di SD Merlion School Surabaya. Imelda yang saat itu sedang menjemput anaknya pulang sekolah, diduga dengan sengaja menabrak wali murid lain bernama Lau Fina.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Mulyono menyatakan, Imelda yang beralamat di Perum Graha Family ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (15/2) lalu. Polisi telah melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut di Mapolrestabe Surabaya sekaligus penetapan tersangka.

Rencananya, Imelda akan dipanggil untuk pertama kalinya sebagai tersangka pada Rabu (20/2). “Besok dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka saudari Imelda,” ujar Kompol Mulyono, Selasa (19/2).


Kecelakaan tersebut, terjadi pada Jumat 25 Januari 2019 lalu. Saat itu, korban Fina yang menjemput anaknya pulang sekolah memarkir mobilnya secara pararel di halaman sekolah. Dia lalu masuk ke dalam sekolah.

Tidak lama kemudian, keamanan sekolah mengingatkannya melalui pengeras suara untuk memindahkan mobilnyaa. Itu dikarenakan, mobilnya menghalangi mobil Imelda yang terparkir dua mobil di belakang mobil korban.

Saat Fina kembali dari dalam sekolah bersama anaknya dan akan memindahkan mobil, sempat terjadi adu mulut dengan Imelda. Selanjutnya, Mobil Toyota Sienta L 1868 TC yang dikendarai Imelda kemudian melaju ke arah korban yang berjalan kaki menuju mobilnya.
Tiba-tiba, mobil itu menabrak Fina hingga korban terjungkal dan kakinya terlindas roda mobil. Setelah terjadi tabrakan, mobil yang dikendarai Imelda melaju meninggalkan halaman sekolah.

Namun, sebelum pergi, mobil itu sempat dihentikan guru dan keamanan sekolah yang menyaksikan tabrakan tersebut. Korban yang menderita luka sempat menghampiri mobil tersangka dan sempat terjadi adu mulut sebelum tersangka akhirnya pergi.

Setelah itu, korban lalu melaporkan kasus kecelakaan tersebut ke Polsek Sukomanunggal. Namun, kondisi korban tidak membaik. Dia yang mengalami luka di bagian kaki dan kepala kemudian dirawat inap di RS Mitra Keluarga Satelit selama tiga hari.

Atas perbuatannya itu, Imelda disangka dengan Pasal 351 KUHP jo Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain luka-luka.

Kuasa hukum Fina berharap kepolisian dapat menjalankan proses hukum secara adil. “Klien saya merasa dirugikan, karena selain luka-luka juga mengalami trauma karena baru kali ini ditabrak mobil. Apalagi ditabrak di depan anaknya yang masih kelas tiga SD,” kata Andry.

Sementara itu, Imelda masih belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, dia membenarkan kalau tinggal di Graha Family dan memiliki anak yang sekolah di SD Merlion School.

Tapi, saat ditanya mengenai kasusnya, dia mengatakan salah sambung. Sementara foto profil WhatsApp-nya identik dengan foto Imelda yang ditetapkan sebagai tersangka.

Editor           : Budi Warsito

Reporter      : Lugas Wicaksono