Wali Kota Malang: Transparansi Dana BOS Salah Satu Pertanggungjawaban di Akhirat

Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan dalam acara penganugerahan sekolah Ultras di Hotel Aris Gajayana, Kamis (20/12)

KOTA MALANG – Tahun 2018 ini memang menandai tahun pertama event Sekolah Ultras (Unggul dan Transparan) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Acara yang digawangi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang ini memang menengok seberapa transparan penggunaan dana BOS baik BOSNAS dan BOSDA di SD dan SMP Negeri se Kota Malang.

“Transparansi ini juga bentuk pertanggungjawaban kita di akhirat, juga bentuk keyakinan dan kesungguhan kita bersama dalam peningkatan sekolah di Kota Malang,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji di Ballroom Mahameru, Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Kamis (20/12).

Berkaitan dengan keuangan dana BOS, ada siswa dan orang tua sebagai pemegang saham di sekolah, menurut Sutiaji, pengaturan dana BOS ini memang harus sesuai dengan peraturan yang ada.

“Cara mengelola sebuah sekolah SD dan SMP antara sekolah satu dan yang lainnya pasti berbeda. Tapi dalam pengelolaan BOS ini harus sama, harus transparan,” ungkap dia.

Harapannya, hal ini tidak hanya jadi output atau pengeluaran saja, tapi berorientasi pada outcome. “Jadi nantinya ada perubahan sikap, nilai dan bobotnya, kepada siswa dan sekolah,” sebut Sutiaji.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan yang sudah mau peduli dengan mengadakan acara semacam ini. “Ini bukan sia-sia, tapi ini memacu kita, untuk hari ini harus lebih baik dari kemarin,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido