Wali Kota Jenguk Bayi yang Derita Penyakit Langka

MALANG KOTA – Atas dasar kepedulian, hari ini Wali Kota Malang Sutiaji mendatangi Arsa Adi Pratama, balita berusia 10 bulan, yang menderita penyakit langka. Sutiaji menunjukkan keprihatinan ketika mengunjungi Arsa yang tinggal di Jalan Candi VI A RT 01/RW 06 Karangbesuki, Sukun.

Anak kelima Wiwin tersebut menderita penyakit Meningokel, yaitu selaput otak yang menonjol keluar pada salah satu sela tengkorak. Yang membuat terenyuh, dalam kasus Arsa, cairan tersebut mengumpul di bagian hidung dan terus membesar.

Sutiaji menyatakan, dirinya menyempatkan menjenguk Arsa untuk mengetahui upaya penanganan yang telah dilakukan. Dirinya juga baru tahu mengapa belum ada tindakan medis karena memang berat badan dan usia anak belum memungkinkan untuk dilakukan operasi.

”Tapi itu hanya informasi sementara yang kami dapat. Namun, untuk ke depannya kami meminta kepala dinas sosial untuk berkoordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA),” terangnya.

Sementara Wiwin mengaku senang kondisi buah hatinya mendapat perhatian langsung wali kota. Dirinya pun berharap agar penyakit anaknya dapat segera ditangani. Karena dari pengobatan yang diupayakan di dua rumah sakit sebelumnya, dokter menyatakan usia Arsa masih terlalu muda untuk dilakukan operasi. ”Kami disarankan untuk operasi menunggu umur,” ujar ibu rumah tangga berusia 40 tahun tersebut.



Usai menjenguk Arsa, Sutiaji kembali mengimbau masyarakat agar lebih menggalakkan program Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Terutama dalam hal sosialisasi kesehatan untuk balita dan ibu hamil. Selain itu, dia juga menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan asuransi melalui BPJS.

Sebab, apabila ada kondisi yang tidak diinginkan, paling tidak masalah biaya dapat terbantu dengan BPJS. ”Yang namanya BPJS bukan promotif, tapi memang perlu adanya upaya preventif,” terangnya.

Sutiaji menambahkan, para ibu hamil juga harus belajar dan memahami hal-hal penting terkait tumbuh kembang janin dan bayi. Sehingga mereka mengerti apa saja asupan gizi yang diperlukan agar dapat mencegah beberapa gejala kurang gizi dan stunting.

”Karena stunting bukan lantaran faktor ekonomi saja, tetapi bisa juga karena gaya hidup suka makan makanan yang tidak sehat,” tambahnya. Akibatnya, anak-anak tumbuh kembangnya juga terganggu.

Pewarta : Eri
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani