Wakil Ketua MPR: Orang Yang Ingin Mengangkat Khilafah di Indonesia adalah Orang Yang Ingin Merusak Indonesia

Ahmad Basarah saat kampanye di Kepanjen

MALANG – Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah MH mengatakan jika ada seseorang yang ingin menegakkan khilafah di Indonesia, itu berarti adalah masyarakat yang ingin merusak Indonesia.

Hal ini menurutnya hanyalah salah satu dari upaya trans nasional di mana salah satunya adalah ideologi komunis, ekstrimisme agama, dan liberalisme yang biasa disebar lewat hoax di sosial media.

“Dimana tujuannya sama, mengaburkan ideologi yang ada di Indonesia, yakni pancasila, kita sedang masuki fase itu,” sebutnya.

Hal itu ia sampaikan dalam acara bertajuk Forum Dialog Publik Merawat Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital yang diadakan Senin, (1/4) siang ini di Rumah Makan Bojana Puri, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Kalau boleh bilang, Saudi Arabia saja sebenarnya tidak memakai sistem khilafah,” ujarnya.



Ia juga menyebut bangsa yang besar adalah bangsa yang berpijak pada falsafah bangsa sendiri. “Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak bisa menjiplak ideologi bangsa lain, Indonesia akan jadi bangsa yang besar jika berideologi pada Pancasila,” tegasnya dilanjut tepuk tangan penonton.

Untuk merealisasikan ini, Basarah menjanjikan MPR untuk bisa melakukan reformulasi dan mengadakan kembali kurikulum pendidikan Pancasila di sekolah. Hal itu menurutnya jadi solusi untuk menghadirkan kembali nilai-nilai moral Pancasila.

MPR pun akan segera mendorong pemerintah untuk merancang dan mengimplementasikan ideologi Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan dalam waktu dekat.

“Hal ini harus kita lakukan agar kita jadi bangsa yang besar dan kuat, tidak goyah dengan upaya disusupi trans nasional itu tadi,” sebut Basarah.

Pasalnya, anak-anak atau remaja masa kini berada di era asing perihal Pancasila. “Padahal kan itu ideologi negara kita, negara Indonesia,” sesalnya. Era digital dan penggunaan media elektronik dan sosial sedikit banyak mengubah mindset remaja di Indonesia.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido