Waketum Gerindra Klarifikasi soal Surat Rekomendasi La Nyalla

Namun, kabar itu buru-buru dibantah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya surat keputusan dari DPP bukanlah mengusung, melainkan La Nyalla mesti mencari dukungan dari partai lain.

“Itu cuma surat tugas, (dia) harus cari koalisi dulu,” ujar Dasco saat dihubungi, Senin (11/12).

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, DPP Partai Gerindra mengajukan tenggat waktu 10 hari setelah surat tersebut keluar. Di mana La Nyalla mesti dapat partai pendukung dirinya maju di Pilgub Jawa Timur.

“Iya dia harus cari koalisi tempo 10 hari. Kalau enggak dapat, (Gerindra) enggak jadi,” katanya.

Sekadar informasi, awak media mendapatkan sepucuk surat yang bernomor 12-003/B/DPP-Gerindra/Pilkada/2017 yang dikeluarkan pada tanggal (10/12) dari DPP Partai Gerindra.

Surat itu juga ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan juga Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.

Berikut ini isi petikan dari surat yang diterima awak media:

Kepada Yth:
La Nyalla Mahmud Matalitti
Di tempat

Salam Indonesia Raya
1. Usulan saudara tentang pencalonan Gubernur Jawa Timur Periode 2018-2023 sat ini sedang diproses di Dewan Pimpinan Pusat Partai Geridra.
2. Melalui surat tugas ini, saudara diminta memastikan dukungan dari partai lauin untuk melengkapi persyaratan pencalonan
3. Apabila sampai tanggal 20 Desember 2017 saudara tidak mampu memenuhi persyaratan nomor 2 dan 3, maka tugas ini otomatis tidak berlaku.
4. Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, terima kasih.


(gwn/JPC)