Wahai Mahasiswa, Jangan Hanya Rebahan, Ayo Buka Lapangan Pekerjaan

KOTA MALANG – Ada sebuah ungkapan populer yang ditujukan kepada mahasiswa di zaman now : jangan hanya bisa mencari pekerjaan, tapi ciptakanlah lapangan pekerjaan.

Namun, pada kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang bingung. Bagaimana cara merintis sebuah usaha? termasuk startup.

Ada sejumlah tips yang dibeber oleh Head of Marketing Kitabisa.com, Iqbal Hariadi saat menjadi pembicara dalam acara Credia Talks di UIN (Universitas Islam Negeri) Malang, Sabtu (30/11).

Berikut beberapa tips yang dirangkum radarmalang.id

1. Belajar di luar kelas, cari teman beda fakultas

Dari pengalaman Iqbal, untuk membangun start-up itu tidak bisa berdiam diri di kelas. ‘Wahyu’ dari dosen tidak akan membantu mahasiswa untuk memulai bisnis.

“Kan dosen itu mengajarnya berdasarkan buku. Kalau seumpama hanya di kelas ya kita hanya dapat dari buku. Padahal untuk memulai bisnis itu  butuh pengalaman orang, butuh cerita-cerita orang dalam membangun bisnis,” ujarnya.

Mahasiswa disarankan untuk memperluas jaringan dengan mengikuti komunitas-komunitas. Terutama komunitas bisnis.

Hal itu, kata Iqbal akan membuat mahasiswa mendapat ide-ide untuk memulai bisnis. “Atau setidaknya kita terpapar lah dengan persektif bisnis bagaimana cara memulai. Kita diskusi. Untung-untung ada yang se-frekuensi dan bisa diajak untuk memulai membangun start-up bersama,” tambahnya.

2. Cari masalah nyata di masyarakat

Selagi mahasiswa, jangan hanya rebahan atau bermain sosial media di kamar. Kalian, kata Iqbal, disarankan untuk keluar dari zona nyaman.

Iqbal menganjurkan mahasiswa untuk turun langsung di masyrakat. Melihat permasalahan di masyarakat yang meresahkan.

Hal ini penting dilakukan untuk mendapat ide start-up.

Iqbal-pun mencontohkan saat ia membangun kitabisa.com. Ia yang merupakan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) resah dengan sulit cairnya dana acara dari Rektorat.

Ia pun mendapat ide untuk menggalang sebuah dana untuk acara itu sendiri ke sejumlah mahasiswa. “Dan waktu itu saya dan teman-teman terpikir mengapa gak dijadikan sebuah aplikasi. Pasti gak hanya kami yang ngalami kesulitan dana ini. Akhirnya terbentuklah kitabisa.com,” ujarnya. “Kalau gak dari masalah di BEM itu pasti gak akan ada kitabisa.com,” imbuhnya.

3. Akun sosmed jangan jadi alat untuk pamer

Untuk merintis start-up, mahasiwa tidak bisa melakukannya sendirian. Mahasiswa perlu sejawat atau teman yang satu frekuensi.

Hal itu saat ini bisa dilakukan secara online melalui akun sosial media.

Nah, Iqbal dalam hal ini menyarankan mahasiswa agar tidak mengupload atau mengunggah sesuatu untuk pamer harta. Tapi musti digunakan untuk membranding diri sendiri.

“Tapi gunakanlah untuk menunjukkan ketertarikan kita, ide kita. Seperti kamu tertarik di makanan, upload aja tentang makanan. (sampaikan) Keresahanmu tentang makanan dan idemu terkait makanan di sosmed-mu,” ujarnya.

Iqbal beralasan, membranding diri sendiri itu penting untuk membuat orang tahu ketertarikan kita apa. “Dan itu beruntung jika ada seseorang yang melihat instagram kita contohnya, dan tertarik dengan ide kita kan bisa diajak join untuk membangun start-up,” pungkasnya.

Sebagai informasi, credia talks merupakan rangkaian acara dari Creative Idea in Development (Credia Id) yang merupakan sebuah kompetisi dan talkshow tentang teknologi dan start-up. Acara tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang.

Selain Iqbal Hariadi, dalam Credia Talks juga hadir Lucky Esa, M. B.A (Coach Swiss Indonesia Accelerator), dan juga Rendy Maulana (CEO Qwords, Cloud Web Hosting ID) sebagai pemateri.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander

Editor : Indra M