Wah, “Penghuni” Makam di Kota Malang Mulai Berdesakan

MALANG KOTA- Jumlah lahan pemakaman di Kota Malang mulai menipis. Hal ini seiring dengan bertambahnya penduduk, sementara lahan terus berkurang. Nah, untuk mengantisipasi kehabisan makam, Pemkot Malang ancang-ancang mencari lahan baru untuk pemakaman. Anggaran Rp 6 miliar sudah disiapkan oleh dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim).

Sebenarnya, Pemkot Malang sudah punya sembilan tempat pemakaman umum (TPU). Di antaranya di Samaan, Polehan, Sukun, dan Kasin. Namun, dari sembilan TPU itu, nampaknya sudah sesak ”penghuni”. Kini, disperkim masih mencari data konkret jumlah ruang kosong dari sembilan TPU tersebut.

Plt Kepala Disperkim Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 6 miliar untuk pengadaan lahan. Rencananya, untuk anggaran 2019. ”Kami sudah rencanakan, anggarannya sekitar Rp 6 miliar,” terangnya.

Diah yang juga asisten perekonomian Pemkot Malang itu menyebut, luas tanah untuk pengadaan belum diketahui. Menurut dia, hal ini dikarenakan nilai tanah nantinya tergantung harga setiap meternya. Begitu juga dengan pemilihan lokasi akan mempengaruhi harga tanah. ”Kalau luas tergantung harga per meternya nanti,” jelasnya.

Selain itu, disperkim saat ini juga sedang menyiapkan website E-Makam. Website tersebut diharapkan bisa menghentikan kerja mafia makam yang meresahkan masyarakat. Namun, fungsi utama website tersebut untuk memberi informasi komplit terkait pemakaman di Kota Malang.



Pewarta: Fajrus Shiddiq
Editor: Amalia
Penyunting: Abdul Muntholib