Wah! Pemkab Malang Alihfungsikan Lahan 24 Hektar

JABUNG – Iklim investasi di Kabupaten Malang dipastikan bakal semakin menyejukkan. Ini terjadi karena skema alih fungsi lahan sebagai kompensasi atas pengembangan bisnis makin dipermudah. Bahkan, pemkab menyediakan lahan khusus untuk kepentingan itu.

Kemarin (24/6), gong alih fungsi lahan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur saluran irigasi (Dam) Beruk. Lokasinya di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung.

Tampak hadir jajaran Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) selaku penanggung jawab. Juga, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang masuk dalam tim alih fungsi lahan tersebut. Di antaranya, Perumda Tirta Kanjuruhan, Bappeda, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang.

Perwakilan investor, camat Jabung, dan kades Pandansari. ”PU-SDA, bertanggung jawab atas pengelolaan 46 ribu hektare sawah di Kabupaten Malang. Karena ini kaitannya dengan program ketahanan pangan,” ucap Plt Kepala Dinas PU-SDA Kabupaten Malang Ir Avicenna M. Saniputera MT. Kondisi itulah, menurut dia, yang harus dipahami oleh para investor. Apalagi aturannya, lahan pengembangan bisnis yang digunakan oleh pemilik modal, harus diganti dengan dua kali lipatnya.

Seperti di Desa Pandansari ini, ada 24 hektare lahan yang dialihfungsikan dari tegalan (lahan kering) menjadi lahan basah (sawah). Dengan begitu, nantinya sertifikat lahan-lahan tersebut juga berubah dari lahan kering menjadi sawah. ”Lahan yang diajukan oleh para investor itu luasnya 12 hektare. Jadi gantinya harus 24 hektare,” terang dia. ”Ke depan berpotensi menjadi 35 hektare,” tukas Avi.

Lahan-lahan untuk kepentingan bisnis tersebut, masih menurut Avi, tersebar di beberapa kawasan di Kabupaten Malang. Mulai Karangploso, Singosari, dan Pakisaji. Total ada 14 pemohon yang terdiri dari pengusaha properti, pribadi, serta pergudangan. ”Seluruh biaya perencanaan, konstruksi, hingga pengerjaan infrastruktur saluran irigasi ini ditanggung bersama oleh investor tadi. Kami hanya mengawasi saja,” bebernya.

Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Nenny Fitrin
Fotografer : Laoh Mahfud