Waduh, Sugeng, Terduga Pelaku Mutilasi Pasar Besar Bisa Lolos dari Jerat Hukum

KOTA MALANG – Tim psikiater Polda Jatim yang diturunkan terkait kasus mutilasi di Pasar Besar Malang yang dilakukan oleh Sugeng Santoso masih berupaya keras memeriksa pelaku. Tim psikiater juga belum menyatakan kondisi kejiwaan Sugeng.

Tapi, jika ia nantinya dinyatakan Sugeng lah pelaku tunggal kasus ini dan ia memang mengalami gangguan jiwa, maka pelaku bisa lolos dari jerat hukum dan kasusnya bisa tidak dilanjutkan.

“Memang dari dugaan sementara korban meninggal duluan lalu di mutilasi. Tapi kan tetap, orang gila nggak bisa diproses hukum,” sebut Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri ditemui Kemarin, (16/5).

Itu artinya, ada kemungkinan jika Sugeng ditetapkan sebagai pelaku tunggal, maka ia akan bisa lolos dari jerat hukum jika terbukti memiliki gangguan jiwa.

Hal ini dibenarkan Pakar Hukum Pidana sekaligus Dekan FH UMM, Dr. Tongat, SH, MH. Ia mengatakan, hal tersebut benar, pelaku bisa lolos dari jerat hukum jika memang terbukti pelaku memiliki masalah kejiwaan dan bisa dibuktikan pada saat melakukan perbuatan pidana pelaku dalam keadaan gila.



“Jadi keadaan gilanya itu harus ada pada saat terjadinya tindak pidana (tempus delictie), bukan setelah melakukan terus yang bersangkutan menjadi gila. Nah jika kasusnya semacam itu pelaku tentu tidak bisa dimintai pertanggungjawaban pidana,” tandas Tongat.

Hanya saja, yang bisa menentukan pelaku dalam keadaan gila atau tidak, menurut Tongat bukanlah penegak hukum, namun ahli jiwa atau psikiater.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningtat, dr Yuniar SpKJ menyebut, dari yang terlihat, Sugeng memiliki tanda-tanda kelainan kejiwaan yang mengarah pada gangguan psikotik.

“Saya nggak bisa bilang secara pasti karena belum lihat statusnya, tapi infonya yang bersangkutan mengalami halusinasi auditoria atau gangguan persepsi,” terang Yuniar.

Gangguan ini sendiri merupakan salah satu kondisi medis yang mengarah pada keadaan mental yang terganggu.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto:Elfran Vido