Waduh, Masih Sedikit Masyarakat Indonesia yang Sadar dengan Kerusakan Lingkungan

KOTA MALANG – Bumi yang kita tempati kini sudah tua. Bumi juga makin rapuh karena banyak aktivitas di dalamnya, salah satunya adalah aktivitas akibat dari usaha manusia untuk bertahan hidup dan mengembangkan wisata baru di beberapa wilayah.

Salah satunya termasuk banyaknya wana wisata baru, khususnya di Kabupaten Malang. “Banyak wisata baru, tapi tidak banyak manusia sadar akan kerusakan lingkungan yang imbas wisata tersebut,” kata Agus Ruswanda S.Hut dari Dinas Perhutani Malang yang Kamis, (23/5) ini hadir di Aula Sarwakirti, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) dalam acara bertajuk Dialog Hari Bumi dan Lingkungan Hidup.

Menurutnya, pengelola wisata, tidak hanya di Kabupaten Malang, tapi juga Indonesia perlu meniru apa yang dilakukan pengelola Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna. “Karena mereka selain wisata, pentingnya konservasi alam juga harus dipikirkan,” tandasnya.

Acara yang diadakan Program Studi Pendidikan Geografi Unikama ini sendiri mengangkat tema Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Perspektif Geografi Tentang Pentingnya Menjaga Lingkungan Hidup.

Tidak ketinggalan, Mahasiswa Unikama pun ternyata sudah ikut melakukan aksi nyata dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April lalu. “Mahasiswa kita pun kemarin ikut melakukan aksi menanam mangrove di sana saat Hari Bumi kemarin,” tandas Kaprodi Pendidikan Geografi, Dra Siti Halimatus Sakdiyah.



Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Humas Unikama