Wadah Pegawai KPK Resah, Kapan Kasus Novel Baswedan akan Terungkap

Wadah Pegawai KPK Resah, Kapan Kasus Novel Baswedan akan Terungkap

RADAR MALANG ONLINE – Di momen hari raya Idul Fitri 2018 Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyempatkan mengunjungi kediaman Novel Baswedan di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6). Lebaran kali ini menjadi yang ketiga bagi penyidik senior KPK itu dalam keadaan mata terluka akibat penyiraman air keras pada 2016 lalu.

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan, kunjungannya ke Kelapa Gading sebagai bentuk dukungan ke Novel. Yudi ingin menunjukkan bahwa Novel tidak sendirian dalam proses penyembuhan matanya.

“Wadah Pegawai KPK mengunjungi Novel Baswedan sebagai wujud komitmen bahwa Novel tidak akan pernah sendirian dalam proses penyembuhan matanya dan dalam menuntut haknya sebagai korban,” ujar Yudi.

Wadah Pegawai KPK menyuarakan kembali pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). (Sabik Aji Taufan/RADAR MALANG ONLINE)

Berlarut-larutnya pengungkapan dalang di balik penyiraman air keras terhadap Novel merupakan simbol titik rentan perlindungan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebab pekerja KPK masih terus dibayang-bayangi serangan balik dari para koruptor.

Selain itu tak kunjung tuntasnya kasus Novel menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum. Sebab, pelaku teror ini masih dengan enak menghirup udara bebas.

“Terlepas dari fakta bahwa tahun terus berganti dan pelaku teror masih bebas di luar sana yang menjadi pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai,” tegas Yudi.

Lebih jauh Yudi mengatakan, pengungkapan kasus penyerangan terhadap pegiat anti korupsi sangat penting dilakukan. Bahkan meninggalnya jurnalis antikorupsi, Daphne Caruana Galizia saat ini tengah diawasi oleh dunia internasional supaya segera terungkap.

“Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa upaya pengungkapan secara serius, transparan dan akuntabel perlu dilakukan atas teror terhadap penyidik KPK yang diduga berdasarkan fakta-fakta sebagai upaya untuk menghilangkan nyawa Novel Baswedan,” imbuh Yudi.

“Pada akhirnya tersisa pertanyaan, sampai lebaran ke berapa lagi kasus Novel akan tuntas?” tukasnya.

(sat/JPC)