Wabah DBD Meningkat, Ini Lokasi yang Perlu Diwaspadai

JawaPos.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mewabah di Ibu Kota Jakarta. Sepanjang Januari saja tercatat ada 813 kasus DBD yang menyebar di lima wilayah kota. 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widiastuti menjelaskan, ada beberapa lokasi yang perlu diwaspadai agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak. Salah satunya yakni tanah kosong yang masih banyak di Jakarta.

“Prinsipnya, satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik). Kalau ada lahan kosong, hujan, kadang-kadang jatuh sampah atau apa di situ, nggak ada yang ngurusin akhirnya diberikan kepada Pak Lurah dan masyarakat sekitar,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/2).

Tak hanya lahan kosong, Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga perlu diwaspadai sebagai sarang nyamuk. Karena biasanya vas bunga yang diletakan di makam akan menampung air saat hujan. 



“Saya juga sudah titip ke orang yang menjaga pemakaman, karena di sana banyak vas bunga agar selalu dibersihkan agar tidak membuat genangan yang menimbulkan sarang nyamuk,” ucapnya.

Sebagai informasi, sepanjang Januari ada 813 kasus DBD di Jakarta. Dari jumlah tersebut tertinggi di Jakarta Selatan yakni mencapai 277 kasus. Kemudian disusul oleh Jakarta Timur 226 kasus, Jakarta Barat 220 kasus, Jakarta Utara 51 kasus, dan Jakarta Pusat 39 kasus.

Sementara itu, terdapat lima kecamatan dengan kasus tertinggi diantaranya ada Kalideres ada 104 kasus, Cengkareng ada 60 kasus, Jagakarsa ada 51 kasus, Cipayung ada 41 kasus dan Kebayoran baru ada 39 kasus.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Reyn Gloria