Viva Bersama IFC Terus Dukung Industri Kreatif

Dari kiri ke kanan, Advisor IFC Ferry Sunarto, Direktur distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur Yusuf Wiharto, GM Jawa Pos Radar Malang Don Virgo, national chairman IFC Ali Charisma, Ketua IFC Malang Agus Sunandar, dan penulis, Neny Fitrin. - Foto by: Bambang Triwijadmiko

BANDUNG- Viva Cosmetics kembali ambil bagian dalam pergelaran fashion. Kali ini, perusahaan produk kecantikan yang berdiri tahun 1962 tersebut mendadani model-model dalam ajang 23 FD, Towards Sustainable Fashion Trend Forecasting for 2020/2021, Bandung.

Sekitar 70 desainer membawa koleksinya di panggung berkelas yang berada di main atrium 23 Paskal Shopping Center tersebut. Pentolan-pentolan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pun tampak di sana. Di antaranya, national chairman IFC Ali Charisma, advisor IFC Ferry Sunarto, dan Ketua IFC Malang Agus Sunandar.

Puluhan perancang busana itu terbagi dalam tiga hari show, mulai Jumat (6/12) hingga Minggu (8/12). Dan ini, adalah support total Viva Cosmetics di tahun 2019 setelah sukses dengan Festival Indonesia Moskow, Rusia, serta La Mode Sur La Seinea, Paris.

“Lewat event-event fashion seperti ini, kami ingin mengenalkan lebih jauh bahwa Viva Cosmetics tidak hanya bermain di kelas middle low. Tapi juga kelas di atasnya lewat produk-produk premium series,” ungkap Direktur distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur, Yusuf Wiharto, usai pergelaran sesi perdana Jumat (6/12) sore lalu.

Langkah tersebut, lanjut cucu pendiri Viva Cosmetics itu, sekaligus untuk menegaskan bahwa produk murah bukan berarti murahan. Karena bagi PT Vitapharm, kualitas menjadi pertaruhan di tengah persaingan industri kecantikan saat ini. Juga, sebagai bukti bahwa kualitas-lah yang membuat Viva mampu bertahan hingga sekarang.

“Tahun depan Viva Cosmetics berusia 58 tahun. Dan kualitas menjadi nomor satu yang kami jaga,” terang dia.

Bagaimana dengan tantangan era industri 4.0 sekarang? Tentang hal itu, Yusuf menambahkan, sebagai produsen kosmetik tertua di Indonesia, pihaknya pun terus berupaya melakukan penyesuaian. Tentu dengan tidak meninggalkan pelanggan setia yang telah ada.

“Kami tidak akan menomorduakan kepercayaan masyarakat. Itu kunci Viva Cosmetics bisa terus ada. Satu lagi, jangan enggan melakukan transformasi,” tandas Yusuf. (nen)