Virus Korona dari Tiongkok Terus Menyebar, Sudah Sampai Korsel

Virus Korona dari Tiongkok Terus Menyebar, Sudah Sampai Korsel

JawaPos.com – ”Persebaran wabah harus diatasi.” Pernyataan tegas tersebut keluar dari mulut Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam siaran televisi nasional, Senin (20/1). Itu adalah kali pertama Xi berkomentar terkait dengan persebaran virus yang diberi nama 2019-nCoV oleh WHO tersebut. Dia pantas khawatir. Sebab, virus mematikan itu sudah menyebar hingga ke dua kota besar di Tiongkok, Beijing dan Shenzhen.

Pemerintah mendeteksi 136 kasus baru di Wuhan sepanjang akhir pekan lalu. Selain itu, ada 15 kasus baru di Guangdong, 7 di Shanghai, dan 5 di Beijing. Total ada 217 penduduk Tiongkok yang positif terkena 2019-nCoV. Hingga kemarin tiga orang dipastikan meninggal akibat terinfeksi virus tersebut. Semuanya adalah penduduk Wuhan, tempat virus itu kali pertama menyebar.

Penambahan kasus baru itu adalah hasil peningkatan pencarian yang dilakukan pemerintah Tiongkok. Mereka memeriksa dan mengetes orang-orang yang mengalami masalah pernapasan. Para peneliti di MRC Centre for Global Infectious Disease Analysis, Imperial College, London, Jumat (17/1) mengungkapkan bahwa kasus 2019-nCoV di Wuhan mendekati angka 1.700-an. Itu jauh lebih tinggi dibanding yang diungkap pemerintah.

Pemerintah Wuhan saat ini sudah memasang termometer inframerah di bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus di seluruh penjuru kota. Para penumpang yang mengalami panas dicatat, diberi masker, dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Petugas medis yang menangani pasien 2019-nCoV menggunakan baju pelindung khusus. Hongkong melakukan pencegahan serupa. Saat ini sudah ada 100 orang yang dimonitor karena terindikasi tertular 2019-nCoV di kota tersebut.

Besar peluang persebaran kian luas. Sebab, sebentar lagi adalah perayaan tahun baru Tionghoa alias Imlek. Biasanya, penduduk Tiongkok akan berbondong-bondong pulang kampung. Itu biasanya menjadi momen migrasi terbesar di dunia. Saat ini sudah banyak penduduk yang memakai masker untuk mencegah penularan.

Sejauh ini memang belum ada bukti nyata bahwa 2019-nCoV menular antarmanusia. Tapi, peluang itu tetap terbuka lebar. 2019-nCoV adalah jenis coronavirus yang tidak pernah terdeteksi di manusia sebelumnya. Tanda-tanda penularannya mirip dengan SARS. Yaitu, masalah pernapasan, panas, batuk, dan sesak napas. ”Nyawa dan kesehatan penduduk harus menjadi prioritas utama,” tegas Xi seperti dikutip CCTV.

Korea Selatan (Korsel) kemarin juga memastikan adanya infeksi 2019-nCoV di negara mereka. Pasien itu adalah perempuan 35 tahun yang baru berkunjung dari Wuhan. Sebelumnya, ada Jepang, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Seluruh pasien di luar Tiongkok rata-rata adalah orang yang baru-baru ini ke Wuhan.

Virus 2019-nCoV tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, ia adalah coronavirus yang masih memiliki hubungan dengan severe acute respiratory syndrome (SARS). Pada 2002–2003, SARS telah merenggut 650 nyawa di Tiongkok dan wilayah otonomi khusus Hongkong.

”Para pakar yakin bahwa wabah yang terjadi saat ini bisa dikontrol,” bunyi pernyataan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok seperti dikutip Agence France Presse.

Namun, bisa jadi pernyataan itu hanya untuk menenangkan penduduk. Sebab, hingga saat ini sumber virus tersebut dan cara penularannya belum diketahui. WHO memperkirakan bahwa 2019-nCoV ditularkan hewan ke manusia. Karena itu, disarankan agar orang tidak melakukan kontak langsung dengan binatang tanpa pengaman.