Video Hujan dan Rombeng Malam pun Jadi Trending

YouTube bisa menjadi media yang ampuh untuk mempromosikan Kota Malang. Seperti yang dilakukan Faris Montis lewat akun YouTube-nya yang sudah ditonton ratusan ribu kali.

 

INDRA MUFARENDRA

 

Sebuah video berjudul ”10 Bakso Enak di Kota Malang” cukup menarik perhatian pengguna YouTube. Sejak diunggah 29 Desember 2014, video karya YouTuber Faris Montis ini sudah ditonton 120 ribu kali.



Sesuai judulnya, video berdurasi 3 menit, 42 detik, ini menampilkan 10 tempat kuliner bakso yang populer di Kota Malang. Mulai dari Bakso Solo Kidul Pasar, Bakso Bakar Trowulan, hingga Bakso Bakar Pak Man. Lengkap dengan narasi yang menunjukkan keistimewaan dari setiap tempat itu.

Lalu, ada pula video berjudul ”Hujan di Kota Malang”. Video berdurasi 2 menit, 10 detik, ini menayangkan gambar sejumlah titik di Kota Malang kala hujan. Mulai dari Stasiun Kotabaru hingga Ijen Boulevard.

Yang menarik adalah voice over-nya. Faris Montis lewat video itu mencoba menjelaskan bagaimana pengalamannya ketika hujan turun di Kota Malang. Di antaranya, ada kalimat seperti ini: ”Jadi inget kampus, sering bener, begitu hujan jadi males pulang”.

Lalu, ada pula yang bikin baper: ”Jadi inget kamu, sering kali waktu hujan gak bawa mantel. Lalu ngiyup (berteduh) di ruko”. Itulah dua contoh video YouTube yang dibuat oleh Faris Montis.

Total sudah ada 114 video yang dibuat dan diunggah Faris di YouTube. Sejauh ini, Faris Montis yang di YouTube dikenal dengan nama ”Faris Kota Malang” telah memiliki 9,7 ribu subscribers.

Senin lalu (12/11), Faris dan timnya, yakni Yufi Abdi dan Shandya Fajar, menyambangi kantor Jawa Pos Radar Malang. Faris menjelaskan bagaimana awal mula dia terjun sebagai YouTuber.

Kiprahnya di YouTube dimulai sejak 2010. Banyak hal yang sudah dia angkat dan ulas melalui kanal YouTube-nya. Mulai dari ikon-ikon kota, kos-kosan, kuliner, wisata, dan lain-lainnya. Rata-rata, karya yang dia unggah sudah ditonton ribuan orang.

Dia mengakui bahwa sebagian besar memang mengangkat apa yang khas dan tengah populer di Kota Malang. Malang Town Square (Matos) maupun Pasar Roma (Rombeng Malang). Bahkan, video soal Roma sudah ditonton 200 ribuan kali.

Faris menyatakan, dia kali pertama masuk ke Malang pada 2002. Dia pun langsung jatuh cinta. ”Saya tidak tahu kenapa langsung tertarik dengan Malang. Saat itu saya sempat bergumam, saya ingin tinggal dan mati di kota ini,” ujar dia.

Pria berusia 36 tahun ini menyatakan, dalam setiap proses produksi biasanya ada 3 orang yang terlibat. Terdiri atas 1 editor, 1 kameramen, dan satu fotografer. Sebagian besar ide dibuat oleh Faris. Narasinya juga direkam Faris.

Tapi pernah juga, Faris membuat video yang melibatkan 12 talent. ”Itu video Happy New Year Again. Saya buat bersama tim Kemana Aja. Itu paling ribet. Tak cuma melibatkan banyak orang. Prosesnya pun lama sampai tiga bulan,” kata dia.

Namun, kerja keras tim membuahkan hasil. Video Happy New Year Again itu berhasil meraih juara I pada Panasonic Young Filmmaker 2017 untuk kategori online video.

Lebih lanjut, Faris mengungkapkan bahwa dari profesi sebagai YouTuber ini, dia bisa meraup pundi-pundi rupiah. ”Memang kalau dari AdSense (iklan Google) kecil. Tapi, dari luar kami bisa dapat lumayan,” ujar Faris yang juga bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi dari Australia ini.

Ya, berkat kepopuleran yang dicapai lewat YouTube, Faris dan timnya laris diundang menjadi pembicara di berbagai acara. Juga mengisi pelatihan-pelatihan membuat konten video.

Tapi sebenarnya, bukan nilai rupiahlah yang menjadi buruan utamanya di YouTube. Lebih dari itu, Faris ingin memberikan kontribusi terhadap Kota Malang lewat bidang yang dia sukai.

Sebab, dari video-video YouTube Faris Montis ini, banyak orang yang makin mengenal Kota Malang. Pun demikian, orang-orang yang pernah tinggal di Malang juga terobati rasa rindunya setelah menonton video karya Faris Montis.

Dia pernah mendapatkan komentar bernada rindu dari warga Malang yang tinggal di Jepang, Hongkong, dan Belanda. ”Mereka itulah yang membuat saya makin bersemangat membuat video tentang Kota Malang,” kata dia.

Ke depan, dia berharap bisa terus eksis berkarya. Setiap hari, Faris selalu menggali ide-ide baru. ”Saya punya kebiasaan. Setiap hari saya memaksa diri saya untuk menulis di catatan. Apa pun saya tulis,” kata dia.

Minimal, ada 10 ide yang dia tulis. ”Dari 10 itu, paling tidak ada 1–2 ide yang bisa jadi video. Bahkan, itu bisa jadi ide yang keren sekali,” ujar dia.

Pewarta: *
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Indra Mufarendra
Foto: Faris Montis