Versi Quick Count, Sutiaji Unggul di Semua Kecamatan

Sutiaji Sae

MALANG KOTA – Coblosan Pilwali Malang 2018 usai digelar dan ratusan ribu warga sudah menentukan pilihannya kemarin (27/6). Lantas, siapa yang akan mendapat mandat rakyat untuk menjadi wali Kota Malang? Apakah pasangan Ya’qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi (Menawan) yang diusung koalisi parpol gemuk, Moch. Anton-Syamsul Mahmud (Asik) yang paling populer, atau Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae) yang belakangan elektabilitasnya mengungguli kedua pesaingnya?

Kepastian terpilihnya paslon dalam pesta demokrasi ini baru bisa diketahui setelah rekapitulasi penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang pada 4–6 Juli mendatang. Namun, lembaga survei sudah melakukan penghitungan cepat (quick count) untuk mengidentifikasi siapa yang bakal mendapat mandat dari rakyat untuk menjadi wali Kota Malang periode 2018–2023.

Berdasarkan quick count yang digelar Jawa Pos Radar Malang bersama Avemedia Research, pasangan Sae unggul dengan 43,37 persen suara. Kemudian disusul pasangan Asik 37,28 persen dan Menawan 19,35 persen. Penghitungan itu dihasilkan setelah mengambil sampel sebanyak 100 TPS dengan margin of error 2,29 persen.

Dengan demikian, masih terbuka kemungkinan hasil hitung cepat itu berbeda dengan rekapitulasi penghitungan dari KPU. ”Selisih suara Sae dengan Asik sekitar 6,09 persen. Bisa diperkirakan, pasangan Sutiaji-Sofyan Edi (Sae) akan menang pada penghitungan manual di KPU,” ujar Direktur Avemedia Research Nasrun Annahar kemarin.

Hitung cepat tersebut juga memaparkan kekuatan masing-masing paslon di tingkat kecamatan. Dari lima kecamatan di Kota Malang, Sae unggul di empat kecamatan. Yakni, Kedungkandang, Blimbing, Klojen, dan Sukun. Sementara Lowokwaru dimenangkan pasangan Asik (selengkapnya baca grafis).



Keunggulan perolehan suara pasangan Sae juga diungkap tim sukses Menawan. Berdasarkan quick count internal DPC PDIP, Sae menduduki posisi tertinggi dengan 43,41 persen.

Kemudian posisi kedua diraih Asik dengan 36,88 persen dan Menawan 19,71 persen. Penghitungan itu dihasilkan dengan mengambil sampel 11.321 pemilih.

Selain Menawan, pasangan Asik juga menggelar quick count. Namun, hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 22.00, proses hitung cepat yang dilakukan tim sukses Asik masih 30 persen. Dengan demikian, dalam publikasi ini, Jawa Pos Radar Malang belum bisa mencantumkan hasilnya.

Menanggapi unggulnya perolehan pasangan Sae berdasarkan quick count, cawawali dari Menawan, Ahmad Wanedi, mengaku legawa. Politikus PDIP itu menyikapinya dengan santai. ”Apa pun hasil yang diberikan rakyat, kami terima,” terang Wanedi.

Dia menegaskan, usaha telah dilakukan secara maksimal. Mulai masa kampanye hingga pencoblosan. ”Karena ikhtiar kami sudah. Kami juga sudah memberikan tawaran (program kepada masyarakat). Kalau tidak diterima, ya tidak apa-apa,” terangnya.

Dia berharap Pilwali 2018 digelar tanpa ada kecurangan. ”Kalau ada pelanggaran yang mengakibatkan perolehan suara berpengaruh, tentu kami siap mengawal,” tegasnya.

Terpisah, juru bicara (jubir) pasangan Asik, Arief Wahyudi, menyatakan, penghitungan manual sementara memang memperlihatkan unggulnya persentase suara pasangan Sae.

”Tapi, kami masih optimistis bisa mengejar hasil suara. Kalau keputusan siapa yang menang, kami serahkan kepada yang di atas (Tuhan),” terangnya.

Arief menambahkan, pihaknya menggelar penghitungan manual. Namun, diperkirakan ini selesai larut malam. Selain itu, dia menunggu hasil real count dari KPU Kota Malang.

”Proses pilwali kami rasa berjalan baik,” kata ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang tersebut.

Sementara itu, cawali pasangan Sae, Sutiaji bersyukur atas unggulnya perolehan suaranya versi quick count.

”Ini (kemenangan paslon Sae versi quick count) sesuai doa saya tadi pagi (kemarin),” kata Sutiaji beberapa saat sebelum konferensi pers deklarasi kemenangannya di posko pemenangan Sae.

Sutiaji mengklaim perolehan suaranya unggul 55 kelurahan dari 57 kelurahan se-Kota Malang. ”Ini (kemenangan) sudah nyata. Kami unggul di 55 kelurahan,” ungkap pria yang kini menjabat pelaksana tugas (Plt) wali Kota Malang itu.

Sutiaji menegaskan, unggulnya suara pasangan Sae berdasarkan hitung cepat dimaknai bukan kemenangan pasangan Sae. Tapi, itu kemenangan warga Kota Malang. Termasuk paslon yang menjadi lawannya di Pilwali 2018 ini.

”Makanya kami ajak semua elemen, termasuk paslon lain, untuk bersama-sama membangun Malang. Kami nggak bisa membangun Kota Malang sendirian,” tutur mantan politikus PKB itu.

Pewarta: Fajrus Shiddiq, Gigih Mazda & Imam Nasrodin
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono