VAR Disiapkan untuk 2021, Persebaya Usulkan Kamera di Jersey Wasit

JawaPos.com – Video assistant referee (VAR) jadi salah satu agenda pembahasan dalam Kongres PSSI kemarin (25/1). Rencananya, tahun ini PSSI mengecek kesiapan 18 klub Liga 1 mengenai penerapan VAR. PSSI juga akan menyiapkan sembilan materi kursus VAR yang akan diikuti 35 wasit Liga 1.

Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan menyatakan, setelah pengecekan dan pelatihan untuk wasit selesai, pihaknya kembali melakukan evaluasi. Jika semua berjalan baik, pada 2021 Liga 1 bisa menerapkan VAR. ’’Bertahap ya karena memang tidak mudah,’’ tuturnya.

Yang jelas, venue-venue yang bakal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 dan sudah ditetapkan FIFA bisa menerapkannya. Sebab, pada Piala Dunia U-20 tahun depan, FIFA menggunakan VAR. ’’Ya kemungkinan besar pakai, peralatannya kan bawa dari sana semua, wasitnya juga,’’ kata Iwan Bule, sapaan akrab Moch. Iriawan.

Beberapa voters mendukung penerapan VAR. Salah satunya CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin. Alasannya? Tentu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas wasit. ’’Yang paling realistis memang VAR. Tapi, harus kembali lagi, infrastruktur sanggup tidak. Pelan-pelan Indonesia harus  membenahi itu,’’ ujar Munafri.

Sekretaris Persebaya Surabaya Ram Surahman menuturkan, daripada menunggu kehadiran VAR terlalu lama, PSSI seharusnya bisa menggunakan metode yang digunakan Green Force dalam Forever Game melawan Persis Solo pada Sabtu (11/1) lebih dulu. Dalam laga tersebut, wasit diberi fasilitas berupa kamera kecil yang dipasang di jersey bagian depan.

Ram menyebutkan, langkah itu cukup membantu untuk memberikan gambaran situasi nyata di dalam lapangan. ’’Kejadian yang melibatkan wasit dan pemain bisa tahu. Jadi, siapa yang salah nanti ketahuan. Kalau ada kamera, efektif untuk mengambil keputusan,’’ jelas Ram.